main Slider
main Slider
main Slider
main Slider
main Slider
main Slider
main Slider
main Slider
UPDATES///
main Slider

Rider Ternyata Ini Penyebab Busi Motor Berwarna Hitam dan Basah

Busi motor merupakan salah satu komponen yang memiliki peran cukup penting, sehingga Anda harus merawatnya dengan baik Autoride-  Busi motor yang tidak dirawat dengan baik maka bisa saja rusak, seperti berwarna hitam dan basah. Lantas apa saja penyebab busi motor yang menghitam tersebut? Yuk cari tahu lewat artikel berikut ini. Penyebab Busi Motor Basah dan Hitam yang Perlu Diketahui Setelah Anda mengetahui apa yang dimaksud dengan busi hitam, bagian dan fungsinya selanjutnya adalah mengenai penyebab busi motor hitam dan basah. Ada beberapa penyebab yang sering terjadi di antaranya adalah sebagai berikut. 1. Kualitas Busi Tidak Cocok dengan Mesin Penyebab pertama mengapa busi pada motor Anda hitam dan basah adalah kualitasnya tidak sesuai dengan mesin. Selain bahan bakar, busi pada motor juga harus berkualitas agar mesin bisa digunakan dengan maksimal. Hal ini disebabkan oleh ruang pembakaran membutuhkan api yang besar, dan hanya bisa terpenuhi jika kualitas businya bagus. Anda harus memilih busi yang memang direkomendasikan untuk jenis motor. Sebaiknya Anda tidak membeli busi yang terbuat dari platinum karena performanya rendah. Jika ruang pembakaran tidak bisa bekerja dengan baik, maka akan menyebabkan busi lebih cepat basah dan menghitam. Selain itu, kendaraan Anda juga tidak bisa digunakan. 2. Oli Mesin Rembes Penyebab busi motor hitam dan basah yang selanjutnya adalah karena oli pada mesin merembes masuk ke ruang pembakaran. Hal ini bisa terjadi karena piston mengalami aus sehingga muncul deposit pembakaran yang berpengaruh pada kondisi busi. 3. Tidak Sesuainya Bahan Bakar dengan Spesifikasi Penyebab lain mengapa busi motor Anda bisa cepat menghitam adalah karena bahan bakar tidak sesuai dengan spesifikasi. Pada umumnya ada spesifikasi bahan bakar yang harus dipenuhi karena jika tidak maka akan berpengaruh terhadap kondisi busi. Jangan sampai Anda menggunakan kualitas bahan bakar yang rendah agar semua komponen di dalam kendaraan termasuk busi bisa terjaga dengan baik. Adapun spesifikasi bahan bakar yang sesuai bisa Anda baca di buku panduan bagian kompresi mesin. 4. Filter Udara Kotor Penyebab berikutnya adalah kotornya bagian filter. Biasanya orang tidak akan menyadari hal ini, padahal sangat penting untuk diketahui. Jika filter motor kotor, maka fungsinya tidak akan bekerja dengan baik. Filter tidak bisa menyaring kotoran sehingga mengalami penumpukan pada motor. 5. Adanya Banyak Campuran Pada Bahan Bakar Penyebab berikutnya adalah terdapatnya banyak campuran pada bensin Anda. Campuran ini biasanya menumpuk pada bagian elektroda busi sehingga basah dan menghitam. Selain itu, hal ini juga akan membuat bahan bakar Anda menjadi cepat habis. 6. Masalah Pada Setelan Karburator Penyebab yang terakhir mengapa busi pada motor bisa cepat basah dan menghitam adalah karena adanya masalah di bagian karburator. Hal ini biasanya terjadi karena Anda tidak bisa memasang setelan karburator dengan benar sehingga tekanan udara di dalam tidak normal. Cara Mengatasi Busi yang Basah dan Menghitam Setelah mengetahui apa saja penyebab kerusakan pada busi, berikutnya adalah bagaimana cara mengatasi hal tersebut. Ada beberapa cara sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi masalah busi hitam dan basah. Mengganti Busi dengan yang Baru Cara pertama yang bisa Anda lakukan adalah melakukan penggantian busi baru pada motor Hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan penggantian adalah pilihlah busi dengan kualitas terbaik. Anda bisa membelinya sesuai dengan yang direkomendasikan. Melakukan Perapatan Pada Skir Katup Cara berikutnya yang bisa Anda lakukan adalah merapatkan bagian skir katup. Untuk melakukan hal ini Anda harus membongkar bagian kepala silinder motor atau bisa langsung datang ke bengkel resmi. Membersihkan Bagian Mesin Cara terakhir yang bisa dilakukan adalah jika ada banyak air di bagian mesin, Anda bisa membersihkannya. Dengan cara mencari tahu sumber air berasal kemudian bersihkan. Sumber:  https://autoride.co.id/rider-ternyata-ini-penyebab-busi-motor-berwarna-hitam-basah/

main Slider

Ingat, Bersihkan Busi Motor Jangan Diamplas

JAKARTA, KOMPAS.com - Busi merupakan salah satu suku cadang yang dipasang pada mesin pembakaran dalam dengan ujung elektrode pada ruang bakar. Busi dipasang untuk membakar bensin yang telah dikompres oleh piston. Percikan busi berupa percikan elektrik untuk membakar campuran bensin dan udara di ruang bakar. Seiring penggunaannya, bagian elektroda dan insulator di bagian dasar busi akan terdapat kerak. Kerak tersebut nantinya dapat menghambat kinerja busi dalam membuat percikan elektrik.  Ada berbagai cara yang biasa dilakukan pemilik motor untuk membersihkan kerak di busi, salah satunya yakni dengan menggunakan amplas. Namun sebenarnya cara tersebut merupakan cara yang salah dan dapat merusak busi. Dwi Suwanto, Instruktur Service PT Surya Timur Sakti Jatim Yamaha area Surabaya menjelaskan, membersihkan kerak busi dengan menggunakan amplas sebenarnya tidak disarankan.  "Kalau di amplas memang tidak disarankan, karena bisa mengikis perukaan dan mengurangi panjang ujung elektroda," kata Dwi kepada Kompas.com, Minggu (26/9/2021). Dwi melanjutkan, jika membersihkan kerak busi menggunakan sikat masih disarankan. Hal ini dikarenakan penggunaan sikat tidak terlalu mengikis bagian elektroda. "Kalau disikat masih boleh, karena kalau sikat hanya menghilangkan kerak di ujung elektroda tanpa mengikis elektrodanya," ucap dia. Sebenarnya busi harus segera dibersihkan ketika bagian kepalanya sudah hitam dan dipenuhi dengan arang sisa-sisa pembakaran. Pasalnya, saat kepala busi sudah menghitam, elektroda busi akan sulit mengalirkan listrik hingga membuat kendaraan sulit dihidupkan. Untuk perawatannya, Diko Oktaviano, Technical Support NGK Busi Indonesia mengatakan, untuk merawat busi cukup diperhatikan kondisinya. "Kuncinya cukup rajin servis karena kondisi ruang bakar yang sehat membuat busi lebih awet. Sering-sering juga perhatikan kondisi kepala busi . Kalau sudah ada kerak sebaiknya diganti," kata Diko Sedangkan untuk membersihkannya, Diko menyarankan untuk dibersihkan dengan cara menyemprot bagian busi yang berkerak dengan cairan yang bersifat non-metal seperti brake cleaner. jangan lupa cek tingkat keausan busi. Elektroda busi adalah bagian yang paling cepat terkikis karena menjadi tempat terjadinya api pada ruang bakar. Apabila elektroda sudah aus maka busi perlu diganti. Idealnya penggantian busi disesuaikan dengan acuan jarak tempuh, antara 15.000 km sampai 20.000 km. Sumber:  https://otomotif.kompas.com/read/2021/09/26/134100515/ingat-bersihkan-busi-motor-jangan-diamplas?page=all#page2

main Slider

Tingkat Panas Busi

Pengaruh Tingkat Panas Busi Sepeda Motor Elektroda busi harus dipertahankan pada suhu kerja yang tepat, yaitu antara 400°C sampai 800°C. Bila suhu elektroda tengah kurang dari 400°C, maka tidak akan cukup untuk membakar endapan karbon yang dihasilkan oleh pembakaran  sehingga karbon tersebut akan melekat pada permukaan insulator, sehingga akan menurunkan tahanan dengan rumah-nya. Akibatnya, tegangan tinggi yang diberikan ke elektroda tengah akan menuju ke massa tanpa meloncat dalam bentuk bunga api pada celah elektroda, sehingga mengakibatkan tarjadinya kesalahan pembakaran (misfiring). Bila suhu elektroda tengah melebihi 800°C, maka akan terjadi peningkatan kotoran oksida dan terbakarnya elektroda tersebut. Pada suhu 950°C elektroda busi akan menjadi sumber panas yang dapat membakar campuran bahan bakar tanpa adanya bunga api, hal ini disebut dengan istilah pre-ignition  yaitu campuan bahan bakar dan udara akan terbakar lebih awal karena panas elektroda tersebut sebelum busi bekerja memercikkan bunga api (busi terlalu panas sehingga dapat membakar campuran dengan sendirinya). Jika terjadi pre-ignition, maka daya mesin akan turun, karena waktu pengapian tidak tepat dan elektroda busi atau bahkan piston dapat retak, leleh sebagian atau bahkan lumer. Busi yang ideal adalah busi yang mempunyai karakteristik yang dapat beradaptasi terhadap semua kondisi operasional mesin mulai dari kecepatan rendah sampai kecepatan tinggi.  Seperti disebutkan di atas busi dapat bekerja dengan baik  bila suhu elektroda tengahnya sekitar 400°C sampai  800°C. Pada suhu tersebut karbon pada insulator akan terbakar habis. Batas suhu operasional terendah dari busi disebut dengan self-cleaning temperature (busi mencapai suhu membersihkan dengan sendirinya), sedangkan batas suhu tertinggi disebut dengan istilah pre-ignition. Tingkat Panas Busi Sepeda Motor Tingkat panas busi adalah jumlah panas yang dapat disalurkan/dibuang oleh busi. Busi yang dapat menyalur-kan/membuang panas lebih banyak dan lebih cepat disebut busi dingin (cold type), karena busi itu selalu dingin, sedangkan busi yang lebih sedikit/susah menyalurkan panas disebut busi panas (hot type), karena busi itu sendiri tetap panas. Pada busi terdapat kode abjad dan angka yang menerangkan struktur busi, karakter busi dan lain-lain. Kode-kode tersebut berbeda-beda tergantung pada pabrik pembuatnya, tetapi biasanya semakin besar nomomya menunjukkan semakin besar tingkat penyebaran panas (tingkat panas busi) ; artinya busi makin  dingin. Semakin kecil nomornya, busi semakin panas. Panjang insulator bagian bawah busi dingin dan busi panas berbeda seperti ditunjukkan gambar di atas. Busi dingin mempunyai insulator yang lebih pendek seperti pada gambar 4 bagian (a), karena permukaan penampang yang berhubungan dengan api sangat kecil dan rute penyebaran panasnya lebih pendek, jadi penyebaran panasnya sangat baik dan suhu elektroda tengah tidak naik terlalu tinggi, oleh sebab itu jika dipakai busi dingin pre ignition lebih sulit terjadi. Sebaliknya karena busi panas mempunyai insulator bagian bawah yang lebih panjang, maka luas permukaan yang berhubungan dengan api lebih besar, rute penyebaran panas lebih panjang, akibatnya temperatur elektroda tengah naik cukup tinggi dan self-cleaning temperature dapat dicapai lebih cepat, meskipun pada kecepatan yang rendah dibandingkan dengan busi dingin. Pada mesin-mesin yang selalu beroperasi pada kecepatan tinggi, biasanya kondisi mesin berada pada suhu yang cenderung panas. Oleh karena itu diperlukan busi yang mempunyai tingkat pembuangan panas dari elektroda lebih cepat. Dalam hal ini perlu dipilih tipe busi dingin. Sebaliknya bila mesin cenderung beroperasi pada kecepatan rendah, maka panas harus dipertahankan dalam elektroda busi lebih lama. Dalam hal ini perlu dipilih busi panas. Dari uraian diatas diketahui bahwa tingkat panas busi akan mempengaruhi kinerja mesin sehingga perlu dipilih busi yang tepat untuk mesin tersebut. Sumber: 

main Slider

Busi Enggak Diganti Bisa Bikin Mobil Boros BBM, Ini Faktanya

GridOto.com -  Idealnya,  busi  mobil diganti setiap 20.000 km jika masih menggunakan busi berbahan nikel. Namun, masih banyak orang yang malas mengganti busi dengan alasan masih bisa digunakan. Padahal seiring pemakaian mobil, performa busi akan terus menurun. Proses  pembakaran  tidak akan berlangsung sempurna sehingga menyebabkan mobil menjadi boros bahan bakar minyak (BBM). Hal ini dijelaskan oleh Diko Oktaviano, Technical Support Product Knowledge PT NGK Busi Indonesia kepada GridOto.com.   Ryan/GridOto.com keausan   elektroda  tidak merata setiap silinder   "Betul, mobil bisa  boros BBM  karena kemampuan busi sudah jauh menurun," ucap Diko. "Proses pembakaran yang enggak sempurna ini menyebabkan daya ledak ruang bakar akan menurun," tambahnya. Elektroda inti yang sudah mengalami keausan memperlambat proses pembakaran di dalam mesin. Kondisi ini yang menyebabkan mobil menjadi boros BBM. Selain itu, proses pembakaran yang enggak maksimal akan membuat  kerak karbon  di ruang bakar lebih banyak.   Ryan Fasha/GridOto.com Ilustrasi ruang bakar mesin mobil yang dipenuhi endapan atau kerak karbon sisa pembakaran   "Karena kerak karbon yang banyak ini juga bisa menyebabkan kemampuan mesin menurun," bebernya. Jadi ada baiknya, ganti busi sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan agar pembakaran tetap optimal dan mobil enggak boros BBM. Sumber:  https://www.gridoto.com/read/222888984/busi-enggak-diganti-bisa-bikin-mobil-boros-bbm-ini-faktanya?page=all

main Slider

Ini 3 Kesalahan Saat Mengganti Busi Mobil yang Jarang Orang Awam Tahu

GridOto.com -  Bukan cuma mekanik yang bisa mengganti  busi , tapi juga banyak orang awam otomotif. Namun, banyak orang awam yang melakukan sejumlah kesalahan sepele dalam mengganti busi. Busi sendiri harus diganti agar  pembakaran  mesin tetap optimal. Hal ini karena seiring pemakaian elektroda busi lama kelamaan akan mengalami keausan. Nah, berikut 3 kesalahan dalam mengganti busi mobil.   ryan/gridoto.com posisi pemasanga busi   1. Busi  Miring Pemasangan busi  yang tidak benar bisa menyebabkan busi menjadi rusak. "Biasanya saat pemasangan busi baru itu miring, enggak pas sama  drat  busi dan mesin," buka Diko Oktaviano, selaku Technical Support Product Knowledge PT NGK Busi Indonesia. "Harusnya saat pertama kali busi dimasukkan ke drat rasakan dulu dengan memutar  kunci busi  secara perlahan," tambahnya. Busi yang miring ini menyebabkan drat di mesin dan drat busi akan slek atau rusak.     Ilustrasi busi terlalu kencang dan kendur 2.  Torsi   Pengencangan Saat pemasangan, busi harus dikencangkan dengan tingkat kekencangan yang tepat. Torsi pengencangan yang terlalu rendah bisa menyebabkan busi terlepas. "Begitu juga saat busi dikencangkan berlebihan, bisa membuat metal shell menjadi retak," beber Diko. Idealnya pengencangan busi harus menggunakan kunci torsi. Jika tidak punya, biasanya di kemasan busi sudah diberikan cara mengencangkan busi yang benar.     petunjuk pemasangan busi   3. Posisi Kunci Busi Posisi kunci busi yang kurang pas juga sering dilakukan saat mengganti busi. Kunci busi yang enggak pas ini bisa menyebabkan  insulator  busi retak. "Biasanya karena kunci busi yang digunakan jelek dan posisi pengencangan yang miring, jadi ada tekanan yang bikin insulator atau keramik busi retak," bebernya lagi. Sebaiknya, gunakan kunci busi yang bagus dan pas dengan ukuran busi. Dengan begitu potensi busi menjadi rusak tidak akan terjadi.

main Slider

Busi Skutik Dipasang di Motor Kopling dan Sebaliknya, Bisakah

OTOSIA.COM  - Busi yang berkualitas adalah bagian penting dalam  produksi  bunga api yang baik. Jadi secara umum, busi berfungsi memercikan bunga api untuk membakar campuran udara atau bahan bakar. Kinerja mesin sangat dipengaruhi oleh pemilihan busi yang tepat. Karena itu gunakan busi yang memiliki angka panas yang sesuai dengan mesin dan syarat penggunaannya. Nah, masih soal pemilihan busi, apakah memungkinkan busi motor matic dipasangkan ke motor koling atau jenis sport dan sebaliknya?   Perbedaan dasar busi Soal ini Diko Oktaviano, Technical Support NGK Busi Indonesia menjelaskan.  Busi  dengan spesifikasi untuk matic tidak disarankan dipasang di motor kopling. Begitu juga sebaliknya. Namun pada dasarnya busi tidak bisa dibedakan dari jenis transmisinya. "Perbedaan mendasar busi dibagi menjadi beberapa kriteria, seperti 2-tak atai 4-tak, besar kecilnya kubikasi mesin, dan teknologi mesin yang dipakai," ujar Diko.    Untuk membedakannya, ukuran busi tidak menjadi patokan, namun lebih cenderung dibedakan oleh kapasitas mesin. "Biasanya untuk cc macam motor sport busi lebih ramping buat maksimalkan pendinginan sekaligus membesarkan kubikasi," jelasnya, seraya menyatakan bukan berarti busi motor matic lebih 'gemuk'. Menurut Diko, long reach thread atau busi dengan ulir kurus kebanyakan ada di generasi motor terbaru. Karena itu dia menyarankan untuk melihat kode busi sesuai yang dianjurkan pabrikan sebelum dipasang. Kode busi  Lantas Diko mencontohkan perbedaan  busi  skutik Honda Vario dan CBR150. Pada busi NGK untuk Honda Vario berkode CPR9EA-9. Ciri utamanya diameter center elektroda lebih kecil dan bentuk ground elektroda semi silinder dengan komposisi  nickel  terbaru. Sementara pada busi NGK untuk Honda CBR150 berkode CPR9EA-9, memiliki diameter center elektroda besar dan bentuk ground elektroda persegi dengan komposisi nickel lama. "Dari situ bisa dibandingkan perbedaan busi untuk motor matic dan kopling. Ini sebagai contoh saja. Jadi saya sarankan gunakan busi yang sesuai dengan spesifikasi sepeda motor dan dianjurkan oleh pabrikan," imbuh Diko. Sumber:  https://www.otosia.com/berita/busi-skutik-dipasang-di-motor-kopling-dan-sebaliknya-bisakah.html  

main Slider

Sama Enggak Sih Busi Racing Dengan Busi Iridium Ternyata ini Bedanya

MOTOR Plus-online.com -  Kira-kira sama enggak sih  busi racing  dengan  busi iridium ? Ternyata ini perbedaan dua busi tersebut. Antara  busi iridium  dengan  busi racing , tidak sama alias berbeda. Secara harga,  busi iridium  lebih mahal dibandingkan dengan busi standar atau bawaan motor. Busi iridium  ternyata tidak termasuk ke dalam kelompok  busi racing  untuk balap. Diko Oktaviano, selaku Technical Support  NGK Busi Indonesia , menjelaskan perbedaannya. "Jadi,  busi iridium  seperti NGK Iridium Ex itu tidak masuk ke dalam  busi racing ," kata Diko Oktaviano. " Busi iridium  dibuat untuk konsumen yang ingin upgrade dari busi standar ke busi yang punya performa lebih bagus," lanjutnya. Secara material,  busi iridium  yang dijual di pasaran sudah lebih bagus dari pada  busi motor  bawaan sehingga performanya lebih tinggi. "Namun untuk kontruksi busi-nya kurang lebih masih sama dengan busi bawaan motor," ungkap Diko. Hal ini berbeda dengan busi racing, yang secara kontruksi memang dibuat jauh berbeda daripada busi motor bawaan. "Selain beda meterial yang digunakan, yang bedakan busi racing dengan harian adalah di teknologi yang disematkan," sambungnya. Menurut Diko, untuk busi motor racing sudah pasti tidak akan menggunakan bahan nikel. Selain itu, teknologi kepala businya disesuaikan dengan kebutuhan mesin-mesin motor yang dipakai balap. "Kalau diperhatikan di busi racing itu ada yang elektroda-nya pakai 2, 3, 4 bahkan ada yang tidak gunakan elektroda," jelas Diko. "Karena busi racing memang dibuat spesifik untuk kebutuhan tertentu," tambahnya. Perbedaan lainnya, busi racing jarang dijual umum, meskipun dijual harganya sangat mahal. Harganya pun bisa berlipat-lipat dari harga  busi iridium  yang digunkan untuk harian.  

main Slider

Biar Gak Gampang Diboongin, Kenali Bedanya Busi Motor Iridium dan Racing

Otomania.com  - Biar Enggak Salah, Ini Bedanya  Busi Motor  Iridium Dan Racing, Salah Satunya Adalah Bahannya. Antara busi motor jenis iridium dengan busi motor racing, tidak sama alias berbeda. Secara harga  busi motor  jenis iridium lebih mahal jika dibandingkan dengan busi standar atau bawaan motor. Busi iridium ini tidak termasuk ke dalam kelompok busi motor racing untuk balap. Diko Oktaviano, selaku Technical Support NGK Busi Indonesia, mengatakan. "Jadi busi iridium seperti NGK Iridium Ex itu tidak masuk ke dalam busi racing," ucap Diko Oktaviano. "Busi iridium ini dibuat untuk konsumen yang ingin upgrade dari busi standar ke busi yang punya performa lebih bagus," tegasnya. Secara material, busi iridium yang dijual di pasaran sudah lebih bagus dari pada  busi motor  bawaan sehingga performanya lebih tinggi.     Elektroda busi  NGK  DX dibuat istimewa   "Namun untuk kontruksi busi-nya kurang lebih masih sama dengan busi bawaan motor," tambahnya. Hal tersebut berbeda dengan  busi racing , yang secara kontruksi memang sudah dibuat jauh berbeda dibandingkan  busi motor  bawaan. "Selain beda meterial yang digunakan, yang bedakan busi racing dengan harian adalah di teknologi yang disematkan," tutur Diko lagi. Menurutnya, untuk  busi motor  racing, sudah pasti tidak akan menggunakan bahan nikel. Dan selain itu, teknologi kepala businya juga disesuaikan dengan kebutuhan mesin-mesin motor yang dipakai balap. "Kalau diperhatikan di busi racing itu ada yang elektroda-nya pakai 2, 3, 4 bahkan ada yang tidak gunakan elektroda. Karena busi racing memang dibuat spesifik untuk kebutuhan tertentu," yakin Diko. Perbedaan lainnya adalah, busi racing juga jarang dijual umum, meskipun dijual harganya sangat mahal. Bahkan harganya bisa berlipat dari harga busi iridium yang digunkan untuk harian. Nah, jadi sudah tahu ya perbedaan antara  busi motor  iridium dengan busi racing untuk motor. Sumber:  https://otomania.gridoto.com/read/242870542/biar-gak-gampang-diboongin-kenali-bedanya-busi-motor-iridium-dan-racing?page=all

main Slider

Benarkah Busi yang Punya Banyak Kaki di Kepala Businya Punya Performa Lebih Bagus

Gridoto.com  - Mungkin kalian banyak yang penasaran, apakah  busi motor  yang punya banyak kaki di kelapa businya punya performa yang lebih bagus? Umumnya busi standar bawaan motor sendiri hanya memiliki satu kaki atau ground elektroda di kepala businya. Namun, beberapa busi aftermarket ada yang memiliki banyak kaki atau ground elektroda di kepala businya. Lalu, apakah betul busi yang memiliki banyak ground elektroda di kepala businya punya performa yang lebih bagus dari busi 1 kaki? Diko Oktaviano, Technical Support NGK Busi Indonesia pernah kasih penjelasan mengenai hal ini. "Busi yang memiliki banyak ground elektroda memiliki dua kelebihan," ujarnya.   Isal/GridOto.com Ilustrasi busi single ground elektroda   Pertama untuk mencegah terjadinya carbon fouling atau penumpukan kerak sisa pembakaran yang bisa turunkan performa busi. Selain itu, multi ground elektroda juga berfungsi untuk meningkatkan kemampuan pengapian tanpa membutuhkan listrik yang besar. Selain jumlahnya, Diko juga menuturkan kalau bentuk dari ground elektroda juga mempengaruhi karakter busi dalam meningkatkan performa. "Contohnya di busi racing, model kaki atau kepala businya itu sangat beragam. Ada yang 1, 2, 4 bahkan ada yang tidak memiliki ground elektroda," yakin Diko. "Desainnya beragam sesuai tujuan. Misalnya ada kepala busi yang didesain khusus untuk tingkatkan power mesin, ada yang untuk torsi atau ada juga yang buat akselerasi. Semua disesuaikan dengan kebutuhan mesin motor balapnya yang sangat spesifik," tuturnya. Menurut Diko, perbedaan desain ground elektroda ini menjadi teknologi tambahan untuk tingkatkan performa busi terlepas dari material yang digunakan Jadi bisa dibilang kalau jumlah desain dari kaki busi atau ground elektroda memang mempengaruhi performa. Namun, pengaruh performa yang besar dari busi umumnya lebih berasal dari material yang digunakan untuk menghantarkan listrik. Sumber:  https://www.gridoto.com/read/222871511/benarkah-busi-yang-punya-banyak-kaki-di-kepala-businya-punya-performa-lebih-bagus?page=all

main Slider

Ternyata Ini Bedanya Busi Motor Iridium Biasa Dengan Busi Racing

Gridoto.com  - Ternyata  busi motor  jenis iridium yang banyak dijual di pasaran itu berbeda dengan  busi racing . Nyatanya, meski harga yang ditawarkan untuk  busi iridium  lebih mahal dari busi bawaan motor, busi iridium tidak termasuk ke dalam kelompok busi racing untuk balap. "Jadi busi iridium seperti NGK Iridium Ex itu tidak masuk ke dalam busi racing," ucap Diko Oktaviano, Technical Support NGK Busi Indonesia. "Busi iridium ini dibuat untuk konsumen yang ingin upgrade dari busi standar ke busi yang punya performa lebih bagus," yakin Diko. Secara meterial, busi iridium yang dijual di pasaran sudah lebih bagus dari pada busi bawaan motor sehingga performanya lebih tinggi. "Namun untuk kontruksi busi-nya kurang lebih masih sama dengan busi bawaan motor," tambahnya.     Elektroda busi NGK   Berbeda dengan busi racing yang secara kontruksi memang sudah dibuat jauh berbeda dibandingkan busi bawaan motor. "Selain beda meterial yang digunakan, yang bedakan busi racing dengan harian adalah di teknologi yang disematkan," tutur Diko lagi. Menurut Diko, untuk busi racing itu sudah pasti tidak akan menggunakan bahan nikel. Selain itu, teknologi kepala businya juga disesuaikan dengan kebutuhan mesin-mesin motor yang dipakai balap. "Kalau diperhatikan di busi racing itu ada yang elektroda-nya pakai 2, 3, 4 bahkan ada yang tidak gunakan elektroda. Karena busi racing memang dibuat spesifik untuk kebutuhan tertentu," yakin Diko. Selain itu, busi racing juga jarang dijual umum, meskipun dijual harganya sangat mahal bahkan bisa berkali lipat dari harga busi iridium untuk harian. Nah itu tadi perbedaan busi iridium dengan busi racing untuk motor. Sumber:  https://www.gridoto.com/read/222870030/ternyata-ini-bedanya-busi-motor-iridium-biasa-dengan-busi-racing?page=all

main Slider

Ini Alasan Busi Motor Harus Diganti Sesuai Anjuran Meskipun Belum Mati

GridOto.com  - Ada alasan mengapa  busi motor  harus diganti sesuai anjuran meskipun belum mati atau masih bisa digunakan. Karena dianggap masih bisa berfungsi, banyak pemilik motor yang enggan mengganti busi di motornya meskipun sudah masuk waktu ganti. Meskipun anjuran  ganti busi  tiap pabrikan berbeda, rata-rata busi dianjurkan ganti tiap kelipatan 6.000 - 10.000 km tergantung tipe motor dan busi yang digunakan. Namun, pada kenyataannya busi sering dipakai hingga 20.000 km atau lebih karena tidak menunjukan masalah apapun di pengapian motor. Ridwan Arifin selaku Staff Education PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) pernah kasih penjelasan, menurutnya ada beberapa efek negatif kalau kalian nekat pakai busi yang jauh melebihi anjuran pakainya.. "Meskipun masih bisa digunakan, api busi itu pasti melemah setelah melampaui batas masa pakai maksimal," buka Ridwan.   Yamaha Tambah ilmu, mengenal jenis-jenis busi motor dari yang biasa sampai multi elektroda. Api busi yang sudah lemah bikin proses pembakaran di mesin jadi tidak maksimal. "Jadi meskipun motor masih bisa hidup dan digunakan, tapi performanya pasti turun serta konsumsi bensin jadi boros," tegasnya. Itu tadi alasan kenapa busi harus diganti meskipun motor masih tetap bisa hidup dan berjalan seperti biasa. Jadi jangan pernah sepelekan peran busi ini, setidaknya kalian tiap dua kali servis motor lakukan pengggantian busi juga agar performanya tetap maksimal. Tuh, jadi memang jangan ditunggu mati baru diganti, sebaiknya tetap ganti busi secara berkala sesuai anjuran pabrikan. Sumber:  https://www.gridoto.com/amp/read/222847082/ini-alasan-busi-motor-harus-diganti-sesuai-anjuran-meskipunbelum-mati?page=all

SOCIAL MEDIA///
.............

Jl. Raya Jakarta - Bogor Km 26,6 Jakarta 13740
INDONESIA
+62 21 8710974
marketing@ngkbusi.com

JOIN OUR SOCIAL MEDIA CONVERSATION///

Copyright © 2021 PT. NGK Busi Indonesia. All rights reserved.