main Slider
main Slider
main Slider
main Slider
main Slider
main Slider
main Slider
UPDATES///
main Slider

Kenali Tiga Ciri Busi Palsu

Beredarnya busi palsu melalui jalur toko  online  memang akan sulit untuk ketahui. Pasalnya barang baru bisa dilihat setelah pembeli menerimanya. Namun, bukan berarti busi palsu tidak bisa dibedakan sepenuhnya. Ada beberapa cara untuk mengetahui apakah busi yang dibeli masyarakat asli atau aspal. Technical Support Product Specialist NGK Busi Indonesia Diko Okataviano, menjelaskan, ada beberapa ciri khusus yang bisa dilihat untuk membedakan mana busi asli dan mana yang palsu. "Kalau dari harga sekarang bukan lagi patokan, karena oknum yang jual busi secara online juga sudah lebih hati-hati pasang harga murah. Ada tiga poin yang bisa diperhatikan untuk mengindikasikan apakah busi yang dibelinya palsu atau bukan," kata Diko saat dihubungi  Kompas.com , Minggu (6/10/2019). Pertama untuk busi yang nikel adalah dari bentuknya sendiri. Paling mudah memperhatikan dari tulisan pada insulatornya, bila kedapatan itu hanya tempelen atau tulisan cenderung tidak rapih sudah bisa langsung dicurigai. Cara kedua merupakan yang paling mudah dilakukan, yakni pada bagian gasket atau ring yang ada di busi. Untuk busi yang asli, menurut Diko dirancang sedemikian rupa agat tidak gampang lepas, sementara yang palsu itu mudah sekali dicopot. Sementara cara ketika dari  lot number  atau kode produksi yang tertempel pada bagian besi di sektor busi. Semua busi yang asli pabrikan selalu memiliki kode produksi, dan tulisanya itu sangat kecil sehingga tidak mudah dipalsukan. "Untuk tulisan itu pakai  marking laser  jadi tidak mungkin tidak rapih, bisa dipastikan tidak ada cacat. Paling sulit lagi itu kode produksi, karena ada dibagian besi pada busi, untuk NGK biasanya berupa empat digit dan kombinasi. Jadi harap perhatikan, baik-baik," ujar Diko.   Sumber :  https://www.msn.com/id-id/otomotif/berita/kenali-tiga-ciri-busi-palsu/ar-AAInWVf

main Slider

Ini Tiga Cara Mengenal Busi Palsu yang Marak Beredar di Jalur Toko Online, Waspadalah

PEREDARAN  busi palsu melalui jalur toko online memang akan sulit untuk diketahui dengan cepat. Sebab, barang yang dibeli via online itu baru bisa dilihat setelah pembeli menerimanya. Namun, bukan berarti  busi palsu  tidak bisa dibedakan sepenuhnya. Ada beberapa cara untuk mengenal ciri-ciri apakah busi yang dibeli masyarakat asli atau aspal (asli tapi palsu). Technical Support Product Specialist NGK Busi Indonesia  Diko Okataviano  menjelaskan, ada beberapa ciri khusus yang bisa dilihat untuk membedakan mana busi asli dan mana yang palsu. "Kalau dari harga sekarang bukan lagi patokan, karena oknum yang jual busi secara online juga sudah lebih hati-hati pasang harga murah," tutur Diko. "Tapi paling tidak ada tiga poin yang bisa diperhatikan untuk mengindikasikan apakah busi yang dibelinya palsu atau bukan," imbuhnya ketika dihubungi  Kompas.com,  Minggu (6/10/2019). Berikut tiga cara mengenali busi asli atau palsu: Pertama, untuk busi yang nikel adalah dari bentuknya sendiri. Paling mudah memperhatikan dari tulisan pada insulatornya, bila kedapatan itu hanya tempelen atau tulisan cenderung tidak rapi, sudah bisa langsung dicurigai. Kedua, ini cara yang paling mudah dilakukan, yakni pada bagian gasket atau ring yang ada di busi. Untuk busi yang asli, menurut Diko, dirancang sedemikian rupa agat tidak gampang lepas, sementara yang palsu itu mudah sekali dicopot. Ketiga, memerhatikan lot number atau kode produksi yang tertempel pada bagian besi di sektor busi. Semua busi yang asli pabrikan selalu memiliki kode produksi, dan tulisannya itu sangat kecil sehingga tidak mudah dipalsukan. "Untuk tulisan itu pakai marking laser jadi tidak mungkin tidak rapi, bisa dipastikan tidak ada cacat," paparnya. "Jadi paling sulit dipalsu itu kode produksi, karena ada di bagian besi pada busi. Untuk NGK sendiri biasanya berupa empat digit dan kombinasi. Jadi harap perhatikan, baik-baik," ujar Diko.  (Stanly Ravel)   Sumber :  https://wartakota.tribunnews.com/2019/10/07/ini-tiga-cara-mengenal-busi-palsu-yang-marak-beredar-di-jalur-toko-online-waspadalah?page=all

main Slider

Bahaya Laten Pakai Busi Palsu

Selain bahaya salah menggunakan busi, setiap pemilik kendaraan yang menggunakan busi palsu juga bisa mengalami kerugian. Seperti diketahui, saat ini peredaran busi palsu di toko-toko online sedang marak terjadi, termasuh di Indonesia. Lantas apa dampaknya bila sudah terlanjur menggunakan busi palsu, apakah hanya cepat rusak atau justru menimbulkan masalah baru ? Menjawab hal ini, Technical Support Product Specialist NGK Busi Indonesia Diko Oktaviano, menjelaskan bila umumnya busi palsu dibuat dari material yang sepenuhnya besi, karena itu, soal jangka waktu biasanya relatif lama. "Kalau dari patokan jangka waktu, busi palsu yang dari besi juga cukup lama masa pakainya karena memiliki titik leleh yang lebih kuat," ujar Diko kepada Kompas.com, Minggu (6/10/2019). "Tapi penting diketahui, material busi dari besi semakin panas akan meninggalkan debu atau residu akibat lelehannya, tidak seperti ceramic alumina," kata dia. Residu tersebut yang akan membuat masalah di kemudian hari. Akibat residu yang dibiarkan menumpuk akan menjadi deposit yang melekat pada dinding silinder atau pun permukaan piston. Lama-kelamaan, residu tersebut akan mengganggu ruang pembakaran, yang membuat proses pembakaran secara kerja tidak akan berjalan maksimal dan menimbulkan gejala-gejala tidak enak pada kendaraan. Mulai dari tarikan mobil atau motor yang terasa berat, boros bahan bakar, dan seperti kompresi yang bocor. "Fatalnya, akan sering menimbulkan knocking. Bila sudah demikian peluang terjadinya piston bolong atau jebol sangat besar peluangnya. Memang dampaknya ini jangka panjang, tapi sekali kena masalah, ongkosnya jauh lebih besar dibandingkan beli busi asli," ucap Diko.   Sumber :  https://otomotif.kompas.com/read/2019/10/07/135335315/bahaya-laten-pakai-busi-palsu

main Slider

Waspada, Marak Beredar Busi Palsu di Toko Online

Meski berbelanja online kini jauh lebih fleksibel, namun secara risiko ternyata menyimpan bahaya laten yang sangat merugikan. Paling sering seperti kasus-kasus penipuan. Bahkan saat ini juga ikut merambah sampai ke produk-produk dunia otomotif, contohnya seperti pemalsuan busi. Seperti dilansir dari Carscoops, sebuah lembaga yang menamakan diri Federal Chember of Automotive Industries (FCAI) di Australia, menemukan fakta bila 60 persen busi yang dijual online adalah palsu. Paling mengerikan, busi yang dipalsukan dan dijual melalui toko online tersebut sulit untuk dikenali secara kasat mata karena hampir sama dengan aslinya. Selain itu, oknum yang menjual busi palsu tersebut juga sampai berani mengemas dan mendagangkan busi tersebut langsung dengan merek pabrikan, seperti Nissan, Mazda, Honda, dan Toyota. "Kami memiliki para ahli yang memeriksa kemasan dan busi, bahkan mereka hampir tidak dapat membedakannya. Anda tidak akan tahu itu palsu sampai anda terlambat sudah menggunakannya," kata Kepala Eksekutif FCAI Tony Weber, yang dikutip dari Carscoops, Minggu (6/10/2019). Juga Marak di Indonesia Menariknya, kejadian pemalsuan busi yang dijual secara online ternyata bukan hanya di Australia saja, namun juga banyak terjadi di Indonesia. Apalagi saat ini peredaran e-commerce cukup menjamur di Tanah Air. "Sebenarnya di Indonesia juga ada beberapa kasus yang kita temui, bahkan belum lama ini kita juga baru menemukan busi NGK yang dipalsukan dan dijual melalui lapak jual-beli online terbesar dengan harga yang murah," kata Technical Support Product Specialist NGK Busi Indonesia Diko Okataviano, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (6/10/2019). Menurut Diko, secara tampilan busi yang dipalsukan oleh okun-oknum tersebut memang terbilang bagus, hampir menyerupai aslinya. Namun setelah dilakukan penelusuran serta pengecekan lebih lanjut mengenai busi yang dijual tersebut, hasilnya busi itu memang memiliki kualitas yang di bawah rata-rata dan dinyatakan palsu. "Saya beli dan bawa ke kantor untuk pegecekan kualitas, hasilnya memang palsu. Setelah itu baru kita gerak dengan tim legal untuk mengusutnya. Ini sangat penting untuk diperhatikan semua pihak, bukan hanya end user saja tapi juga pelaku besar seperi bengkel, karena sudah banyak korbannya, bahan sampai ada salah merek mobil Jepang yang juga tertipu soal ini," kata Diko. Lebih lanjut Diko menjelaskan, NGK saat ini sudah memiliki beberapa pergerakkan untuk memberantas peredaran busi palsu yang ada di toko-toko online. Salah satunya dengan memberikan edukasi mengenai busi kepada pelanggan, komunitas, dan bengkel-bengkel. Dia juga menjelaskan agar konsumen, lebih waspada ketika membeli busi atau produk otomotif lainnya melalui jalur toko online. Jangan terlena dengan harga murah tanpa melihat langsung fisiknya. "Kalau diprediksi saat ini mungkin peredaran busi palsu di toko-toko online jumlahnya mencapai 10 sampai 20 persen. Memang beli secara online ibaratnya beli kucing dalam karung, jadi harus lebih waspada atau bila mau pasti beli di bengkel resmi sekaligus," ujar Diko.   Sumber :  https://otomotif.kompas.com/read/2019/10/07/090100315/waspada-marak-beredar-busi-palsu-di-toko-online?page=all

main Slider

Ini Tandanya Kalau Kendaraan Pakai Busi Palsu

Jangan sampai salah beli  busi  agar kendaraan tidak bermasalah rasanya ungkapan ini tepat bagi pemilik kendaraan. Apalagi sampai kedapatan membeli  busi  yang palsu. Dijelaskan Technical Support Product Specialist NGK Busi Indonesia Diko Okataviano bahwa kendaraan akan berdampak buruk karena kualitas bahan yang digunakan  busi  palsu. "Ada beberapa dampak yang timbul kalo pake  busi  palsu. Karena bahan busi palsu yang dipakai sebagian besar adalah jenis Fe (besi)," kata Diko kepada detikcom, Jumat (4/10/2019). Diko melanjutkan produsen  busi  palsu hanya asal tempel saja tidak memperhatikan material dan daya tahan busi. "Jika dibandingkan dengan bahan tembaga atau nikel tingkat lelehnya jelas lebih kuat bahan Fe," terang Diko. "Sekilas sih kelihatan lebih awet, tapi perlu diingat material penghantar panasnya (insulator) busi palsu bukan bahan ceramic alumina. Secara pelepasan kurang baik, jadi potensinya pecah pada bagian keramiknya," kata Diko. Ia melanjutkan umur  busi  palsu biasanya tidak akan bertahan lama. Apalagi lelehan dari material yang akan masuk ke ruang bakar mesin dan menyebabkan kerusakan. "Pada saat dipanaskan, sifat Fe itu kalau meleleh menimbulkan residu atau debris debu besi yang tidak bisa benar-benar terbakar, nah biasanya ini yang bahaya," kata Diko. "Debu-debu tadi bisa nempel di permukaan liner silinder atau kepala piston yang menyebabkan pengapian dini. Itu yang nyebabin knocking di ruang bakar karena kena material asing," jelas Diko.   Sumber :  https://oto.detik.com/tips-and-tricks/d-4735381/ini-tandanya-kalau-kendaraan-pakai-busi-palsu

main Slider

Ini 6 Cara Membedakan Busi Asli dan Palsu Dengan Mudah

Busi merupakan bagian kendaraan bermotor yang berguna sebagai pemercik api untuk proses pembakaran dalam mesin, semakin banyaknya masyarakat yang memiliki kendaraan sekarang mengakibatkan para oknum yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membuat busi palsu, dengan tujuan mendapatkan keuntungan lebih, dikarenakan harga busi asli sekarang cukup tinggi. Untuk mengatasi hal tersubut kali ini JagatOtomotif memberikan sedikit tips buat teman-teman agar tidak tertipu ketika membeli busi. Secara garis besar, busi asli dan palsu dapat dibedakan melalui beberapa cara berikut: Perbedaan mendasar busi asli dan palsu dapat anda lihat pada kode disetiap busi, kode tersebut menunjukkan kode produksi masing-masing busi dan artinya hanya diketahui oleh produsen pembuat, nah pada busi palsu cetakan kode biasanya terlihat acak-acakan dan tidak rapi. Ulir atau biasa disebut drat pada busi asli lebih rapi dan halus, anda bisa coba memperhatikan lebih teliti saat memilih busi, minta penjual untuk memperlihatkan merk busi lain agar anda lebih mudah untuk membandingkan. Pada busi terdapat keramik sebagai isolator, untuk busi palsu keramik tersebut terlihat terlalu cerah sedangkan sebaliknya pada busi asli warna keramik terlihat sedikit doft dan tidak cerah. Plating metal shell  pada busi asli menggunakan bahan baja yang kuat dan tidak mudah berkarat, kalau busi palsu biasanya mudah berkarat bahkan ketika baru anda buka dari kardusnya sudah ada titik-titik karat yang terdapat pada  plating metal shell  nya. Bagian elektroda busi asli yang berfungsi untuk menyembutkan bunga api terlihat lebih rapi, kalau yang palsu penempatan part nya kurang presisi dan setiap busi kadang-kadang tidak sama, entah itu gap atau sambungannya. Gasket (ring) pada busi asli terlihat lebih halus dan tidak mudah dilepas walau anda putar mengikuti alur, walaupun bisa dilepas akan sangat sulit, sedangkan busi palsu bentuk gasket biasanya tidak rapi bekas potongannya dan mudah dilepas. Ada tambahan sedikit dari Suprianto selaku Technical Support PT NGK Busi Indonesia tentang Busi NGK asli, Menurutnya pada busi NGK yang asli kualitas pembuatannya sangat diperhatikan. Busi NGK yang asli pada bagian atas maupun bawah terdapat sebuah komponen yang bernama  sheet packing  dan  wire packing  yang berguna agar kepala busi dan bagian lain tidak mudah goyang, selain itu juga berfungsi untuk menahan getaran saat mesin dihidupkan dan juga dapat mencegah kebocoran di ruang bakar mesin. Pada busi palsu biasanya tidak terdapat komponen tersebut sehingga kualitasnya bisa dikatakan jelek. Secara tidak langsung memang sulit untuk membedakan busi asli dan palsu, tetapi anda dapat melakukan beberapa tes dengan cara menggunakan busi beberapa jam kemudian dilepas, selanjutnya coba anda putar kepala busi, jika ikut berputar maka kemungkinan bahwa busi NGK tersebut palsu menurut Suprianto. Berikut akibat yang mungkin terjadi dikarenakan menggunakan busi palsu: Tenaga mesin kurang maksimal, dikarenakan proses pembakaran tidak sempurna. Boros bahan bakar, karena pembakaran yang tidak sempurna otomatis anda menarik gas lebih banyak sehingga konsumsi bahan bakar akan lebih boros. Mengeluarkan uang lebih, karena busi palsu biasanya tidak awet dan cepat mati. Jika anda kesulitan dalam memilih busi sebaiknya anda membeli busi di tempat-tempat yang sudah terpercaya, untuk menghindari membeli busi palsu. Mungkin itu saja ciri-ciri dan perbedaan busi asli dan palsu, semoga dapat membantu anda memilih busi yang berkualitas.   Sumber :  https://metrobatam.com/2019/10/ini-6-cara-membedakan-busi-asli-dan-palsu-dengan-mudah/

main Slider

Belajar Peka Sama Motor Sendiri, Ini Ciri-cirinya Busi Minta Diganti!

Kalau peka dengan motor sendiri, ternyata busi yang mau mati bisa dirasakan gejalanya. Kalau sudah merasakan tanda-tanda ini, jangan cuek atau nanti bisa-bisa motor bermasalah saat dipakai. Makanya, sebelum mogok di jalan yuk kenali gejala busi yang sudah minta diganti. Susah Start Gejala pertama yang bisa dikenali adalah susah starter motor saat pertama dihidupkan. Gejala ini bisa dirasakan pada pagi hari sebelum kamu beraktivitas. Susah Langsam Gejala busi minta ganti bisa dirasakan pada saat langsam atau saat motor stasioner. "Idle atau langsam mesin enggak stabil," ujar Diko Oktaviano, Technical Support PT NGK Busi Indonesia, dalam keterangan tertulis kepada GridOto.com. Maklum, karena percikan api enggak maksimal akibat ground dan elektroda sudah tertutup kotoran. Bahkan, kalau sudah parah bentuk elektrodanya bisa rusak. Akselerasi Motor Menurun Kemudian indikasi busi minta diganti bisa dirasakan pada saat akselerasi motor yang menurun akibat perubahan gap busi. "Busi yang sudah lama tidak diganti biasanya ada perubahan celah atau gap," ujar pria yang akrab disapa Diko ini. Celah yang dimaksud adalah celah antara elektroda dan groudnya. "Misalnya yang tadinya celah 0,9 Mm karena lama enggak diganti naik 1,1 Mm," tambahnya. Menurut Diko ada masalah yang ditimbulkan akibatnya berubahnya celah di busi. "Busi enggak akan mengalirkan listrik diantara dua elektroda," ucap Diko. "Yang ada aliran listrik akan mengalir ke samping atau biasa disebut dengan Missfire," sahutnya lagi. Nah akibat busi yang mempercikan listrik atau api enggak stabil (Missfire) menyebabkan pembakaran motor jadi enggak sempurna. Boros Bahan Bakar Gejala missfire yang ditimbulkan akibat busi mau mati mempengaruhi konsumsi bahan bakar motor kamu. Nah jangan keburu tenang kalau enggak merasakan gejala-gejala di atas. Lebih baik cek busi juga setiap 2000-3.000 km dan juga besihkan juga busi motor kamu biar kotoran bekas pembakaran enggak mengganggu pengapian di mesin nantinya. Atau kalau kamu enggak paham soal mesin, bisa kok cek busi waktu servis motor dan atau waktu ganti oli. Simpel kan?   Sumber :  https://www.gridoto.com/read/221874209/belajar-peka-sama-motor-sendiri-ini-ciri-cirinya-busi-minta-diganti?page=all

main Slider

Mau Ganti Busi Sepeda Motor, Pahami Kodenya

Pembakaran di dalam ruang mesin sangat tergantung kepada kehadiran  busi . Rasio bahan bakar, udara, dan percikan api yang tepat membuat berkendara semakin menyenangkan. Menurut A.W. Wicaksana, Marketing & Brand Management PT NGK Busi Indonesia, penggunaan tipe busi yang tidak tepat akan mengakibatkan penurunan kinerja mesin. Sebagai pemasok busi (OEM) untuk beberapa brand sepeda motor, seperti Yamaha dan Honda, NGK menyarankan memasang busi sesuai kode pabrikan jika ingin mengganti busi.  Jika salah memilih, sejumlah dampak buruk siap diterima. "Ada bahayanya. Kesalahan pasang kode busi dapat mengakibatkan beberapa hal, seperti  carbon fouling, overheat , piston mentok, elektroda meleleh, ECU bermasalah, dan  knocking ," paparnya. NGK menyarankan agar pemilik Yamaha dan Honda memperhatikan kode  busi  yang sesuai dengan spesifikasi motor jika ingin menggantinya. Kode Busi NGK Agar tidak salah pilih, berikut daftar kode busi NGK sesuai tipe dan jenis motor Yamaha dan Honda: Kode NGK MR9C-9N Busi ini untuk Beat eSP Series, Genio, Scoopy Series, Sonic 150R, Supra GTR150, All New CB 150R, CBR 150R, dan CRF 150F Kode NGK CR6HSA Untuk Yamaha Mio Series, Fino, Freego 125, Vega Force, Jupiter Z1, Jupiter Z, Vega R, Vega RR, dan Vega ZR Kode NGK MR9K-9 Untuk Honda PCX dan ADV 150 Kode NGK CPR9EA-9 Untuk Honda Vario sSP Series dan CB150 Verza Kode NGK CPR8EA-9 Untuk Beat Series, Scoopy, Spacy, dan MegaPro FI di bawah tahun 2015 Kode NGK CPR7EA-9 Untuk Honda PCX dibawah 2018, SH 150i, dan Monkey Kode NGK CPR6EA-9 Untuk Honda Super Cub C125, Karisma, Blade, Supra X 125 Series, dan Revo FI Series Kode NGK C6HSA Untuk Yamaha Jupiter Z, Vega R, Vega RR, Vega ZR, dan Lexam Kode NGK C7HSA Untuk Yamaha Crypton, Jupiter, Mio di bawah 2012, dan Fino di bawah 2013 Kode NGK CPR8EA-9 Untuk Yamaha Lexy, Jupiter MX 135, Byson FI, Aerox 155, NMax, dan Tricity Kode NGK CR7E Untuk Yamaha Aerox 125, Majesty, Xeon, dan T-Max 500 Kode NGK CR8E Untuk Yamaha MX King 150 dan Vixion Kode NGK CR93 Untuk Yamaha Xabre, MT-15, R15, MT-25 dan R25 di bawah 2018 Kode NGK MR8E Untuk Yamaha MT-25 dan R25.   Sumber :  https://www.liputan6.com/otomotif/read/4078174/mau-ganti-busi-sepeda-motor-pahami-kodenya

main Slider

Turun Spek Busi, Ternyata Ini Pengaruh Buruknya Bagi Mesin Mobil

Setiap mobil memiliki spesifikasi  busi  yang berbeda-beda baik bahan  elektroda  maupun tingkat panas  busi Perbedaan spesifikasi  busi  ini dikarenakan setiap spesifikasi mesin mobil berbeda setiap  pabrikan . Lalu bagaimana bila  busi  mobil diganti dengan spesifikasi yang lebih rendah dari bawaan  pabrikan ? Dan ternyata penggunaan  busi  di bawah spesifikasi bawaan  pabrikan  memiliki  efek buruk  bagi mesin. Hal ini diungkap oleh Diko Okataviano selaku Technical Support Product Specialist NGK Busi Indonesia. "Penggunaan busi yang tidak sesuai dengan spesifikasi seperti bahan elektroda akan mengakibatkan beberapa masalah bagi mesin. Misalnya mobil yang bawaannya sudah menggunakan bahan iridium maka bila downgrade pakai nikel biasa, mesin dipaksa untuk menyesuaikan keadaan yang diluar standar," ucap Diko. Mesin yang dipaksa menyesuaikan dengan busi baru akan mengacaukan settingan seperti kemampuan membakar bahan bakar yang tidak sebagus busi bawaan mobil. Bila settingan sudah tidak sesuai bukan tidak mungkin ruang bakar akan menjadi ditumpuki kerak karbon lebih cepat. Rambatan pembakaran mesin pun tidak sebaik sebelum menggunakan busi standar bawaan mobil sehingga tenga mesin tidak akan maksimal. Busi  yang kualitasnya di bawah  busi  bawaan mobil juga tidak akan bertahan lama alias cepat rusak. "Driving experience pengemudi pun akan tidak seenak  busi   busi  bawaan yang secara kualitasnya lebih bagus. Tarikan mobil biasanya akan terasa jauh lebih berat," tambah Diko. Jadi ada baiknya bila menggunakan  busi  sesuai dengan spesifikasi bawaan  pabrikan  seperti bahan  busi  maupun tingkat panas  busi . Sumber :  https://www.gridoto.com/read/221870596/turun-spek-busi-ternyata-ini-pengaruh-buruknya-bagi-mesin-mobil?page=all

SOCIAL MEDIA///
.............

Jl. Raya Jakarta - Bogor Km 26,6 Jakarta 13740
INDONESIA
+62 21 8710974
marketing@ngkbusi.com

JOIN OUR SOCIAL MEDIA CONVERSATION///

Copyright © 2019 PT. NGK Busi Indonesia. All rights reserved.