main Slider
main Slider
main Slider
main Slider
main Slider
main Slider
main Slider
UPDATES///
main Slider

Suku Cadang Kendaraan Anda Harus Selalu Prima Tak Terkecuali Busi

AUTOINDO.ID, JAKARTA–Pandemi covid-19 yang berkepanjangan dan kita juga tidak tahu kapan akan berakhir membuat kita harus bisa menyesuaikan diri dalam beberapa hal termasuk merawat kendaraan, apalagi kendaraan pribadi yang di gunakan jelas-jelas sangat kita butuhkan untuk kegiatan rutin sehari-hari, tentunya untuk menghindari naik kendaraan umum yang pasti banyak kerumunan dan cenderung malah membuat kita lengah soal pandemi covid walau prokes sudah kita jalankan. Mobil atau sepeda motor yang kita kendarai tentunya harus sehat dan prima, pergantian suku cadang harus selalu di kontrol dengan benar tak terkecuali penggantian busi. Diskusi zoom virtual dengan para jurnalis Di sela-sela diskusi secara zoom virtual bersama busi NGK dan para jurnalis, Diko selaku Technical Support PT. NGK Busi Indonesia memaparkan, beberapa material ‘mahal’ yang populer digunakan dalam pembuatan busi adalah platinum dan iridium. Logam ini disematkan pada elektroda busi karena sifat-sifatnya yang unggul yaitu memiliki titik lebur sangat tinggi sehingga tahan panas, tingkat kekerasan yang tinggi sehingga tidak mudah terkikis, dan tingkat konduktivitasnya sangat baik dalam menyalurkan arus listrik, jadi sangat ideal  untuk bahan busi dimana lingkungan sekitarnya cukup tinggi suhunya. Diko menambahkan, saat ini banyak kendaraan-kendaraan yang sudah menerapkan busi jenis iridium sebagai perlengkapan standar dengan tujuan untuk mendukung performa serta meningkatkan usia pakainya jadi lebih awet. Namun jenis busi iridium lumayan mahal apalagi ditengah situasi ekonomi seperti sekarang ini, salah satu solusinya adalah busi NGK G-Power. Karena busi ini terbuat dari material platinum yang harganya tidak semahal iridium, namun tetap menghasilkan performa optimal berkat desain kepala elektroda businya yang unik dengan elektroda meruncing. “Pemilik kendaraan yang memakai busi NGK G-Power tetap bisa menikmati performa maksimal kendaraannya dengan harga yang lebih ekonomis,” tutur Diko. NGK  G-Power tersedia dalam berbagai tipe yang sesuai dengan berbagai jenis mesin dengan harga yang jauh lebih ekonomis namun PT. NGK Busi Indonesia mengklaim G-Power memiliki performa yang nyaris setara dengan busi iridium yang biasanya sudah menjadi oem kendaraan tersebut. AUTOINDO.ID, JAKARTA–Pandemi covid-19 yang berkepanjangan dan kita juga tidak tahu kapan akan berakhir membuat kita harus bisa menyesuaikan diri dalam beberapa hal termasuk merawat kendaraan, apalagi kendaraan pribadi yang di gunakan jelas-jelas sangat kita butuhkan untuk kegiatan rutin sehari-hari, tentunya untuk menghindari naik kendaraan umum yang pasti banyak kerumunan dan cenderung malah membuat kita lengah soal pandemi covid walau prokes sudah kita jalankan. Mobil atau sepeda motor yang kita kendarai tentunya harus sehat dan prima, pergantian suku cadang harus selalu di kontrol dengan benar tak terkecuali penggantian busi. Diskusi zoom virtual dengan para jurnalis Di sela-sela diskusi secara zoom virtual bersama busi NGK dan para jurnalis, Diko selaku Technical Support PT. NGK Busi Indonesia memaparkan, beberapa material ‘mahal’ yang populer digunakan dalam pembuatan busi adalah platinum dan iridium. Logam ini disematkan pada elektroda busi karena sifat-sifatnya yang unggul yaitu memiliki titik lebur sangat tinggi sehingga tahan panas, tingkat kekerasan yang tinggi sehingga tidak mudah terkikis, dan tingkat konduktivitasnya sangat baik dalam menyalurkan arus listrik, jadi sangat ideal  untuk bahan busi dimana lingkungan sekitarnya cukup tinggi suhunya. Diko menambahkan, saat ini banyak kendaraan-kendaraan yang sudah menerapkan busi jenis iridium sebagai perlengkapan standar dengan tujuan untuk mendukung performa serta meningkatkan usia pakainya jadi lebih awet. Namun jenis busi iridium lumayan mahal apalagi ditengah situasi ekonomi seperti sekarang ini, salah satu solusinya adalah busi NGK G-Power. Karena busi ini terbuat dari material platinum yang harganya tidak semahal iridium, namun tetap menghasilkan performa optimal berkat desain kepala elektroda businya yang unik dengan elektroda meruncing. “Pemilik kendaraan yang memakai busi NGK G-Power tetap bisa menikmati performa maksimal kendaraannya dengan harga yang lebih ekonomis,” tutur Diko. NGK  G-Power tersedia dalam berbagai tipe yang sesuai dengan berbagai jenis mesin dengan harga yang jauh lebih ekonomis namun PT. NGK Busi Indonesia mengklaim G-Power memiliki performa yang nyaris setara dengan busi iridium yang biasanya sudah menjadi oem kendaraan tersebut. Sumber:  https://autoindo.id/suku-cadang-kendaraan-anda-harus-selalu-prima-tak-terkecuali-busi/

main Slider

Tak Hanya di Bengkel, Pelatihan Teknis Busi pun Seru via Virtual

Pelatihan teknis otomotif kini menyesuaikan diri dengan kondisi pandemi. Di saat bisnis perbengkelan dan upgrade ilmu dan teknologi tetap harus berjalan, via virtual pun bisa jadi. Seperti yang hari ini dilakukan oleh produsen busi NGK di Indonesia. Mereka menggelar pelatihan khusus kepada jurnalis tentang teknologi komponen otomotif pemantik api di ruang bakar itu.   "Berinteraksi secara virtual untuk membahas soal upgrade teknologi di komponen otomotif seperti busi ini, tentu jadi hal yang harus kita lakukan di masa pandemi ini. Lantaran tidak diperbolehkan adanya kerumunan namun upgrade teknologi yang terus berjalan harus terus kami lakukan. Ya caranya seperti ini," ujar Technical Support Product Knowledge, PT NGK Busi Indonesia, Diko Oktaviano dalam keterangan resminya lewat webinar pada Rabu (24/2/2021).   Beberapa materi yang diberikan pun cukup lengkap untuk mengetahui teknis dasar penggunaan komponen pemantik api yang seukuran jari orang dewasa ini. Mulai dari komponen yang terdapat di busi, karakter material yang terdapat di dalamnya, sifat korosifnya terhadap karbon hingga perbedaan antara penggunaan material seperti logam mulia seperti platinum di bagian elektrodanya. "Sangat penting untuk memahami teknis komponen yang satu ini. Mengingat banyak juga orang yang melakukan penanganan terhadap busi dengan cara yang salah. Sehingga bukannya membuat pengapian lebih baik setelah melakukan pembersihan, busi malah jadi lebih rusak."   Hal yang juga didiskusikan dalam webinar tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan dan desain dari bagian elektroda di busi. Baik itu yang menggunakan material berteknologi platinum ataupun material matal biasa. Bahkan pengaruh pengapian yang sempurna terhadap jarak tempuh kendaraan.   Ditambahkan oleh Assistant Marketing Manager PT NGK Busi Indonesia, bahwa pengetahuan soal teknis seperti ini wajib mereka lakukan, agar penympaian informasi ke pembaca juga tidak keliru. Sumber:  https://www.medcom.id/otomotif/tips-otomotif/yNL42avN-tak-hanya-di-bengkel-pelatihan-teknis-busi-pun-seru-via-virtual

main Slider

Bentuk Grand Elektrode Busi Ada Model Trapezoid , Ternyata Fungsinya Buat Ini

Otomotifnet.com  – Tugas  busi  pada mesin motor bakar adalah untuk memercikkan listrik agar terjadi proses pembakaran di ruang bakar. Namun supaya proses pembakaran berlangsung sempurna agar performanya maksimal dan efisien dalam pemakaian bahan bakar, maka  busi  yang dipakai spesifikasi harus sesuai dengan desain mesin tersebut. Tak hanya dari segi material yang digunakan saja yang dapat mempengaruhi performa mesin, bahkan desain dari komponen  busi  tersebur juga turut mempengaruhi. Mungkin Anda pernah lihat ada  busi  dengan desain ground electrode yang tak lazim     Efek quenching pada busi Mulai dari yang ground electrode lebih dari satu, atau bentuk ground electrode-nya unik, bahkan ada pula yang tidak memilik ground electrode. Dan ternyata desain ground electrode tersebut punya maksud dan tujuan tersendiri. “Kalau yang tanpa ground electrode itu disebut tipe open gap, biasanya digunakan untuk mesin dengan rasio kompresi tinggi, dimana ruang kompresinya kecil,” jelas Diko Oktaviano, Technical Support PT  NGK   Busi  Indonesia. Busi  jenis open gate ini kata Diko juga diproduksi oleh  NGK  Jepang, dan biasanya untuk mesin super car. Lalu bila Anda perhatikan bentuk ground electrode salah satu  busi  keluaran  NGK , yaitu tipe G-Power, yang modelnya kayak trapezium atau trapezoid, itu juga punya tujuan loh. “Bentuk trapezoid ini untuk memperkecil efek  quenching  yang dapat mempengaruhi pembakaran,” jelas Diko dalam acara virtual coaching clinic Bersama PT  NGK   Busi  Indonesia Kamis (24/02-2021) Lalu. Selain itu, lanjutnya, juga untuk meningkatkan area pembentukan energi atau ledakan, sehingga pembakaran yang dihasilkan lebih maksimal. Efeknya bisa ditebak, performa mesin akan lebih optimal, dan efisiensi pembakaran jadi lebih bagus alias irit. Sumber:  https://otomotifnet.gridoto.com/read/232578489/bentuk-ground-electrode-busi-ada-model-trapezoid-ternyata-fungsinya-buat-ini?page=all

main Slider

Daftar Mobil yang Cocok Pakai Busi G-Power Bahan Platinum Lebih Awet

JawaPos.com  – Bicara masalah busi pastinya hal yang paling penting dalam perawatan kendaraan bermotor. Karena bila busi tak terawat dengan benar maka kendaraan akan bermasalah sewaktu, ini sangat menyebalkan apalagi saat digunakan sangat penting-pentingnya. Namun disisi lain selain perawatan, pemilihan busi yang tepat juga sangat penting. Hal ini menentukan durabilitas dan kualitas busi agar kendaraan bermotor yang digunakan tak mengalami masalah. Sebagai informasi fungsi dari pada busi untuk menghasilkan pembakaran yang sempurna agar performa kendaraan menjadi lebih baik. Dalam mencapai hal ini pastinya dibutuhkan material khusus agar elektroda busi bekerja maksimal menahan panas. Salah satu material yang direkomendasikan adalah logam mulia platinum digunakan pada pusat elektroda (central electrode). Ini merupakan salah satu bagian busi yang sangat vital, baik menunjang performa maupun durabilitas. Produk yang menggunakan bahan ini adalah G-Power besutan NGK merek asal Jepang yang diproduksi di Indonesia. Bahkan G-Power menjadi satu-satunya busi yang menggunakan material logam mulia platinum pada pusat elektroda (central electrode). “Bila dibandingkan dengan busi yang lebih standar berbahan nickel alloy, material dari platinum ini lifetime lebih lama, rendah emisi, dan yang pasti menghemat bahan bakar,” ujar Diko Oktaviano, Technical Support NGK Busi Indonesia kepada JawaPos.com saat media gathering virtual beberapa waktu lalu. Menurut Diko, penggunaan material platinum pada centre electrode mempunyai beberapa keuntungan dibanding busi lebih standar. Salah satunya lifetime dan durasinya hingga dua kali lebih tahan. Diko menambahkan keuntungan lain yang ada pada busi dengan bahan platinum pada pusat elektroda nya, maka lebih tinggi titik leburnya. Bahkan harga juga lebih murah dibandingkan dengan yang berbahan iridium. Sebagai informasi busi yang memakai bahan logam mulia platinum mempunyai beberapa fitur yang sanggup meningkatkan kinerja kendaraan. Pada Trapezoidal ground electrode mampu memperkecil efek rambatan pembentukan api, akibat tertahan dengan bentuk elektroda dan jenis material bahannya. “Bagian yang paling cepat rusak adalah elektroda pusat. “Busi dari bahan logam mulia platinum juga bisa meningkatkan area pembentukan energi atau ledakan, yang sangat menunjang performa mesin,” terang Diko. Terkait dengan produk NGK yang menggunakan bahan platinum adalah G-Power. Produk ini dilengkapi dengan bahan platinum tip pada elektroda pusat dan menjadi opsi upgrade yang ekonomis dari busi Nickel Alloy. NGK G-Power mampu memberikan kinerja yang sangat baik dengan konsumsi bahan bakar yang efisien. Penggunaan diameter kecil pada elektroda pusat mampu mengoptimalkan pembakaran. Serta mencegah terbentuknya carbon fouling dan menggunakan tegangan lebih kecil untuk menghasilkan percikan listrik. Dilengkapi dengan elektroda ground berbentuk trapesium, Busi NGK G-Power mampu menghasilkan reproduksi api yang lebih cepat dibandingkan tipe Nickel Alloy. Dengan elektroda pusat dengan tip platinum – berdiameter kecil ini untuk mengoptimalkan pembakaran, mencegah carbon fouling, efisiensi bahan bakar dan membutuhkan konsumsi daya listrik yang kecil. Serta Elektroda ground berbentuk trapesium untuk reproduksi api yang lebih cepat Busi varian G-Power ini dikhususkan untuk mobil-mobil dengan mesin seri NR, seperti halnya Avanza–Xenia, Calya–Sigra, Rush–Terios, Agya–Ayla, Yaris, Vios, ataupun Sienta. Produk dengan kode LKAR6AGP tersebut hadir sebagai opsi yang lebih ekonomis dibanding busi Original Equipment Manufacturer (OEM), tapi performanya diklaim masih bisa bersaing. Sumber:  https://www.jawapos.com/oto-dan-tekno/otomotif/01/03/2021/daftar-mobil-yang-cocok-pakai-busi-g-power-bahan-platinum-lebih-awet/

main Slider

Ini Broooo, Kelebihan Busi Berbahan Platinum

Jakarta  – Busi merupakan elemen penting dalam kendaraan. Fitur ini berfungsi sebagai pengapian dan pendongkrak performa mesin dan untuk meningkatkan performa mesin. NGK merek busi telah memproduksi G-Power, busi ini satu-satunya yang menggunakan material logam mulia platinum pada bagian pusat elektroda (central electrode). Diko Oktaviano, Technical Support NGK Busi Indonesia menjelaskan, jika dibandingkan dengan busi berbahan nickel alloy, material platinum masa pakainya lebih lama yang pasti menghemat bahan bakar penggunaan pada centre electrode memiliki beberapa keuntungan. Diko menambahkan, bahan menggunakan platinum yang memiliki tingkat leleh yang tinggi dan konduktivitas listrik yang baik, sebagai bahan dasar central electrode. Busi ini juga mampu mengurangi efek quenching atau hambatan pertumbuhan inti api yang biasanya terjadi pada busi kendaraan bermotor, menghasilkan emisi gas buang yang lebih rendah sehingga lebih ramah lingkungan dan sistem pembersihan busi secara otomatis sehingga tidak akan terjadi carbon fouling. Ketebalan central electrode hanya 0,6 mm yang memungkinkan lebih banyak campuran bahan bakar dan udara untuk menciptakan percikan dengan hasil ledakan energi yang lebih tinggi. Dengan terjadinya pergeseran titik pengapian, mengakibatkan elektroda yang menerima percikan listrik menjadi tidak fokus dan menyebabkan keausan pada kedua elektroda. “Bila terjadi keausan berpotensi menimbulkan penumpukan karbon menjadi lebih cepat yang lama kelamaan membuat umur pemakaian busi lebih singkat” jelas Diko. “Dengan diameter elektroda pusat yang tipis maka kebutuhan arus listrik yang diperlukan untuk memercikkan listrik di antara celah elektroda pusat dan ground busi akan lebih rendah, sehingga daya pengapian busi akan meningkat” tutup Diko. Sumber:  https://lensautama.com/berita-terkini/2021/02/25/ini-broooo-kelebihan-busi-berbahan-platinum/

main Slider

Busi Platinum Menjadi Solusi Murah Untuk Mendapatkan Performa Optimal

AFTERMARKETPLUS.id  – Emisi gas buang kini tengah menjadi sorotan pemerintah untuk mengurangi polusi udara. Busi NGK G-Power menjadi salah satu solusi untuk mengoptimalkan pembakaran dengan harga terjangkau. Seperti kita ketahui, material elektroda busi itu sangat beragam. Jika diurutkan secara umum dilihat dari acuan harga termurah; Cooper (tembaga), Nikel, Platinum dan Irdium. Platinum dan Iridium masuk ke dalam kategori precesius metal, dimana memiliki titik lebur, titik kekerasan dan tingkat konduktivitas yang baik. Bisa dibayangkan bahwa busi perlu material yang tahan terhadap perubahan suhu yang sangat cepat, seperti saat proses pembuangan yang memiliki suhu tinggi, lalu berganti dengan langkah isap yang hadirnya udara – bensin bersuhu rendah – dalam bahasa kerennya ‘thermal shock’. Begitu pun saat langkah kompresi dan tenaga, dimana suhu ruang bakar bisa mencapai 800°C. Disinilah perlu material yang memiliki titik lebur tinggi agar busi tidak rusak. Sebagai info, titik lebur Platinum mencapai 1.768°C dan Iridium mencapai 2.466°C. Nah… NGK G-Power menjadi solusi untuk memperoleh harga terjangkau namun memiliki performa optimal. Harga diperoleh dari bahan baku Platinum yang lebih murah dari Iridium, namun performa optimal diperoleh dari desain elektrode trapezoid sehingga mampu membuat titik nyala api yang lebih terbuka. Plus diameter center elektroda hanya 0.6 mm. Tapi pihak NGK tetap mengandalkan desain elektroda konvensional alias tidak menggunakan jenis open gap alias model terbuka. Diko Oktaviano selaku Technical Support NGK Busi Indonesia menjelaskan bahwa asal muasal desain multi elektrode dibuat untuk memperpanjang usia busi, dimana saat itu belum ditemukan material center elektrode berbahan Platinum atau Iridium. Juga pertimbangan pada faktor stabilitas percikan yang akan selalu fokus pada satu posisi saja. Pasalnya, firing position (titik nyala api) sangat penting terhadap terciptanya tenaga mesin yang optimal yang berefek pada terjadinya pembakaran yang mendekati sempurna. Alhasil, emisi gas buang pun menjadi lebih rendah. Sebagai gambaran, harga busi standar Yamaha NMax berkisar diangka Rp 20 ribuan, NGK G-Power dengan material Platinum dijual dengan harga sekitar Rp 40 ribuan dan untuk jenis Iridium mencapai Rp 100 ribuan. Wajar kan jika NGK G-Power mampu memberikan performa optimal dengan harga terjangkau… Sumber:  https://aftermarketplus.id/oto-pintar/busi-platinum-menjadi-solusi-murah-untuk-mendapatkan-performa-optimal  

main Slider

Salah Kaprah Cara Membersihkan Busi

VIVA  – Ada satu komponen pada mesin kendaraan bermotor, yang sering luput dari pantauan pemilik. Benda yang dimaksud adalah  busi , yang fungsinya memercikan api pada campuran bensin dan udara. Jika bagian ini bermasalah, bisa dipastikan kendaraan tidak akan bisa digunakan. Sayangnya, posisi busi yang tertutup kabel membuat pemilik jarang memeriksa kondisinya. Umumnya, proses pemeriksaan busi diserahkan langsung pada mekanik, saat servis rutin. Hal yang mungkin terjadi pada komponen ini adalah kotor, akibat dari proses pembakaran yang tidak sempurna. Untuk mengembalikan kondisinya, biasanya mekanik akan melepas busi dari blok mesin dan kemudian membersihkannya dengan sikat kawat. Nah, ini adalah salah satu contoh yang salah. Technical Support PT  NGK  Busi Indonesia, Diko Oktaviano mengatakan bahwa penggunaan sikat kawat akan merusak suku cadang tersebut. “Jangan menggunakan sikat kawat, karena dapat merusak komponen elektroda di dalamnya. Lebih baik gunakan sikat gigi,” ujarnya saat konferensi pers virtual, dikutip  VIVA Otomotif   Senin 1 Maret 2021. Apabila pada busi terlihat tumpukan karbon, maka sebaiknya langsung diganti. Diko menjelaskan, jika busi yang dipakai terbuat dari bahan logam mulia seperti iridium, maka bagian yang rusak duluan bukan bagian tengah, melainkan kepala yang berbentuk L. “Iridium itu dipakai di tengahnya. Jadi, nanti bagian kepala L yang kalah,” tuturnya. Sebagai informasi, NGK baru saja meluncurkan produk busi baru G-Power, khusus untuk mesin dengan kode NR, yang biasa disematkan pada kendaraan Toyota. Keunggulan dari produk ini adalah penggunaan logam mulia jenis platinum, yang kemampuannya hampir setara dengan busi iridium namun harganya lebih murah 50 persen, yakni Rp40-50 ribu. Sumber:  https://www.viva.co.id/otomotif/tips/1352239-salah-kaprah-cara-membersihkan-busi?page=all&utm_medium=all-page

main Slider

G-Power Berbahan Platinum, Busi Baru NGK Dengan Lifetime 2 Kali Lebih Lama

mobilinanews (Jakarta) - Seberapa penting fungsi busi pada kendaraan Anda, baik untuk mobil maupun sepeda motor? Jawabannya : Sangat penting. Karena busi berfungsi untuk menghasilkan pembakaran yang sempurna agar performa kendaraan menjadi lebih baik. Untuk menghasilkan pembakaran yang sempurna, dibutuhkan material khusus agar elektroda busi bekerja maksimal menahan panas. G-Power adalah produk terbaru busi NGK asal Jepang yang telah diproduksi di Indonesia menjadi satu-satunya yang menggunakan material logam mulia platinum pada pusat elektroda (central electrode). "Jika dibandingkan dengan busi yang lebih standar berbahan nickel alloy, material dari platinum ini lifetime lebih lama, rendah emisi, dan yang pasti menghemat bahan bakar," ujar Diko Oktaviano, Technical Support NGK Busi Indonesia pada media gathering virtual Rabu (24/2/2021) hari ini. Menggunakan material platinum pada centre electrode untuk model G-Power, lanjut Diko memiliki beberapa keuntungan dibanding busi lebih standar salah satunya lifetime dan durasinya hingga dua kali lebih tahan. Keuntungan lainnya,  bahan lebih keras dari nickel, lebih tinggi titik leburnya dan harga juga lebih murah dibandingkan dengan yang berbahan iridium. Selain itu, busi yang menggunakan bahan logam mulia platinum memiliki beberapa fitur yang sanggup meningkatkan kinerja kendaraan itu sendiri  Menurut Diko, Trapezoidal ground electrode mampu memperkecil efek rambatan pembentukan api, akibat tertahan dengan bentuk elektroda dan jenis material bahannya. "Busi dari bahan logam mulia platinum juga bisa meningkatkan area pembentukan energi atau ledakan, yang sangat menunjang performa mesin," terang Diko. (wan) Sumber:  https://www.mobilinanews.com/artikel/34595/G-Power-Berbahan-Platinum-Busi-Baru-NGK-Dengan-Lifetime-2-Kali-Lebih-Lama/

main Slider

Busi Jenis Platinum Tidak Semahal Iridium, Performa Lebih Kurang Sama

DAPURPACU – PT NGK Busi Indonesia tergoong rutin mengagendakan pelatihan alias coaching clinic kepada pengguna kendaraan, khususnya untuk komunitas otomotif baik motor maupun mobil. Coaching clinic itu sendiri banyak membahas seputar edukasi teknis soal busi sebagai penyumbang api di ruang bakar kendaraan. Dan aktivitas ini lazim rutin digelar secara tatap muka agar pemahamannya lebih tepat. Namun, pelatihan teknis tersebut mau tidak mau harus mengikuti atau menyesuaikan dengan kondisi pandemi. Sementara pihak NGK Busi Indonesia ingin terus memberikan upgrade terkini terkait produk-produknya. Media virtual pun dipilih, dan ternyata diklaim cukup efektif dalam mentransfer teknologi, termasuk mengguatkan sarana media sosial sebagai upaya meng-update teknologi terkini pada busi. Menurut Technical Support Product Knowledge NGK Busi Indonesia, Diko Oktaviano, berinteraksi secara virtual untuk update teknologi busi menjadi pilihan tepat di masa seperti ini. “Lantaran tidak diperbolehkan adanya kerumunan namun upgrade teknologi yang terus berjalan harus terus kami lakukan. Ya caranya seperti ini,” ujar Diko, disela webinar dengan media beberapa waktu lalu. Dalam pelatihan itu, materi yang diberikan seputar beragam pemahaman teknis komponen busi. Paling ditekankan di sini oleh Diko adalah perbedaan penggunaan materialnya. Diko memaparkan bahwa busi NGK memiliki beragam material yang digunakan, seperti platinum misalnya, selain bahan metal biasa yang menjadi komponen standar di bagian elektroda. “Diperlukan material istimewa, agar elektroda busi dapat bertahan dan berfungsi sempurna saat berada di kondisi ekstrim ruang bakar dalam waktu yang lama,” imbuh Diko. Diko mengakui harga busi itu umumnya tergantung dari jenis material elektroda yang dimilikinya. Mulai yang paling murah yaitu copper (tembaga), lalu nickel, dan logam mulia/precious metal seperti silver (perak), platinum dan iridium. Platinum dan iridium menjadi material yang lazim digunakan pada produk busi NGK. Kedua material yang disematkan pada elektroda itu memiliki keunggulan. “Memiliki titik lebur sangat tinggi sehingga tahan panas, tingkat kekerasan yang tinggi sehingga tidak mudah terkikis, dan tingkat konduktivitasnya yang baik dalam menyalurkan arus listrik,” jelasnya. “Di dalam ruang bakar mesin suhunya bisa mencapai 800 derajat, atau bahkan lebih. Platinum memiliki titik lebur hingga 1.768°C, sementara Iridium bisa mencapai 2.466°C,” katanya. Penggunaan material Precious Metals pada centre electrode memungkinkan terjadinya pembakaran campuran bahan bakar dan udara lebih sempurna, karena proses pembesaran energi/ledakan lebih maksimal, sehingga residu gas buang (emisi) akan sangat berkurang. Untuk menjawabnya, NGK G-Power bisa menjadi solusinya. Dengan banderol yang tidak semahal tipe iridium, penggunaan material platinum tetap menghasilkan performa optimal berkat desain kepala elektroda businya yang unik. Bentuk elektroda positif pada NGK Toyota G-Power dibuat meruncing dan menyisakan bagian ujung berdiameter 0,6 mm. Hal ini menurut Diko membuat percikan api lebih terfokus pada bagian itu. Sementara desain elektroda negatif/ground dibuat dengan penampang berbentuk trapesium yang mengecil di bagian terdekat center elektrode. Tujuannya mengurangi quenching effect yang menghambat penyebaran inti api dari kepala busi ke seluruh ruang bakar. Kombinasi dari kepala elektroda positif yang meruncing dan bentuk ground trapesium membuat celah yang tercipta di sekeliling dua elektroda menjadi lebih terbuka. “Sehingga inti api yang dikeluarkan dapat menyebar dengan cepat ke seantero ruang bakar tanpa ada halangan,” pungkas Diko.  [dp/MTH] Sumber:  https://dapurpacu.id/2021/02/28/busi-jenis-platinum-tidak-semahal-iridium-performa-lebih-kurang-sama/

main Slider

Tips Merawat Busi Mobil, Jangan Disikat Pakai Kawat Besi

PIKIRAN RAKYAT  - Busi merupakan komponen penting bagi kendaraan. Komponen ini membantu pembakaran pada bagian mesin. Tugas dari  busi  yaitu mempercikan api untuk ruang bakar yang sudah terkompresi bensin dan udara. Berkat sistem kerja  busi , kendaraan dapat memiliki tenaga dan melaju. Namun terkadang, banyak pemilik kendaraan yang salah kaprah saat melakukan perawatan pada  busi . Pasalnya bila kondisi  busi  tidak baik, hal ini dapat berakibat sistem pembakaran kurang maksimal sehingga  mobil  bisa mengalami mogok. Lantas timbul pertanyaan, bagaimana cara melakukan  busi ? Perlukah  busi  mendapatkan perawatan berkala?   Pertanyaan ini dijawab Diko Oktaviano selaku Technical Support PT  NGK  Busi Indonesia. Dikatakan Diko, mengingat perannya yang penting, perlu bagi pemilik kendaraan untuk memeriksa kondisi  busi  secara rutin. "Ada beberapa faktor yang membuat  busi  tidak bekerja secara maksimal. Namun baiknya secara rutin melakukan pemeriksaan  busi  seperti dibersihkan atau bahkan penggantian sekalipun bila dilihat sudah tidak sempurna kondisinya," papar Diko saat acara coaching clinic secara online. Diko menjelaskan, terdapat beberapa faktor yang membuat  busi  rusak. Seperti sistem pembakaran yang tidak seimbang. Hal ini terjadi pada  mobil  yang jarang melakukan servis rutin. "Busi rusak ada beberapa penyebabnya. Seperti pembakaran yang tidak seimbang, bisa karena terlalu basah atau terlalu kering. Jadi bisa rusak karena sistem kondisi di ruang bakarnya tidak berjalan baik," paparnya. Ia menjelaskan, bagian  busi  yang paling cepat rusak ialah elektroda pusat (centre electrode). Bila sudah mengalami kerusakan, pada pemilik kendaraan harus mengganti dengan  busi  baru. Sumber:  https://www.pikiran-rakyat.com/otomotif/pr-011517654/tips-merawat-busi-mobil-jangan-disikat-pakai-kawat-besi?page=2

main Slider

Logam Mulia Dijadikan Bahan Kandungan di Busi, Apa Keunggulannya

PIKIRAN RAKYAT  - Busi merupakan komponen penting bagi kendaraan. Meski berukuran kecil, kinerja  busi  ternyata cukup besar untuk membantu sistem pembakaran di ruang mesin. Sejalan dengan perkembangan teknologi, kini  busi  hadir dengan menggunakan material khusus. Hal ini agar elektroda  busi  dapat bertahan dan berfungsi sempurna di ruang bakar dalam waktu yang lama. Salah satu material khusus yang digunakan saat ini ialah penggunaan  logam mulia  jenis  platinum . Penggunaan  platinum  pada  busi  diletakan pada bagian pusat elektroda (central electrode). Lantas apa manfaat dari  logam mulia   platinum  pada sebuah  busi ? Hal ini dijawab Diko Oktaviano, Technical Support  NGK  Busi Indonesia. Ia menjelaskan,  platinum  pada  busi  dapat membuat material yang terkandung lebih tahan lama, rendah emisi serta bisa menghemat bahan bakar. "Material  platinum  menawarkan masa pakai lebih lama ( longer lifetime ), rendah emisi ( lower emission ), dan bisa menghemat BBM ( greater fuel economy )," papar Diko saat acara coaching clinic secara online belum lama ini. Ia juga menerangkan, loham mulia  platinum  di  busi  memiliki keunggulan lain dibanding nikel. Seperti lebih keras, tingkat lebur yang lebih baik dan sistem pembakaran dapat lebih maksimal. "Penggunaan  platinum  ini juga dapat membuat harganya lebih murah dibanding dengan penggunaan iridium. Selain itu dapat juga meningkatkan kinerja mesin pada kendaraan," ungkap Diko. Sistem pembakaran pada  busi  yang menggunakan bahan  platinum  membuat Trapezoidal ground electrode-nya mampu memperkecil efek quenching atau rambatan pembentukan api. Hal ini terjadi saat pembakaran tertahan bentuk elektroda dan jenis material bahannya, serta mampu meningkatkan area pembentukan energi atau ledakan. NGK  Busi Indonesia menjadi satu-satunya produsen di Indonesia yang menghadirkan  busi  dengan kandungan material  logam mulia . Hal ini diwujudkan dengan peluncuran produk  busi  G-Power.    "Busi  NGK  G-Power memiliki single 0.6mm fine-wire  platinum  tip center electrode, sehingga  busi  ini dapat memercikan listrik secara konsisten, fokus serta stabil," paparnya. Busi  NGK  G-Power tersedia bagi untuk berbagai merek kendaraan. Produk ini dipasarkan dengan harga mulai Rp 30.000 sampai Rp 50.000 per pcs.* Sumber:  https://www.pikiran-rakyat.com/otomotif/pr-011516782/logam-mulia-dijadikan-bahan-kandungan-di-busi-apa-keunggulannya?page=2

main Slider

Selain Usia Pakai Lebih Awet, Busi Berbahan Platinum Juga Bikin Konsumsi BBM Lebih Irit

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Busi menjadi komponen penting pada mesin mobil di ruang bakar yang secara langsung mempengaruhi performa kendaraan. Busi menjalankan tugas utama memberikan percikan api di dalam ruang bakar yang telah terkompresi campuran bensin dan udara. Untuk diketahui, ruang bakar pada mesin kendaraan memiliki kondisi yang sangat ekstrem. Ini karena siklus perubahan temperatur panas dan dingin yang terus berulang dan terjadi dengan sangat cepat. Selain itu pada ruang mesin juga terdapat arus listrik dengan voltase tinggi. Proses ledakan saat berlangsungnya pembakaran bahan bakar terjadi terus-menerus dan dapat memicu korosi pada material elektroda busi. Kondisi demikian membuat pabrikan busi dunia melakukan riset untuk menemukan material elektroda busi yang memiliki performa lebih tinggi, lebih tahan panas dan masa pakai atau lifetime yang lebih lama. NGK baru-baru ini merilis busi terbaru yang diberi nama G-Power. Diko Oktaviano, Technical Support NGK Busi Indonesia, dalam diskusi virtual dengan media, Rabu (24/2/2021) menjelaskan, busi ini mengaplikasikan teknologi baru, berupa penggunaan material platinum pada central electrode-nya. Dia mengatakan, busi NGK G-Power saat ini menjadi satu-satunya busi yang menggunakan material logam mulia platinum pada bagian central electrode-nya. Dibandingkan dengan busi nickel alloy, material platinum memiliki sejumlah kelebihan. Diantaranya, usia pakai yang lebih panjang, kadar emisi gas buang kendaraan yang lebih rendah serta konsumsi bahan bakar yang lebih hemat. Sumber:  https://m.tribunnews.com/amp/otomotif/2021/02/26/selain-usia-pakai-lebih-awet-busi-berbahan-platinum-juga-bikin-konsumsi-bbm-lebih-irit?page=2    

SOCIAL MEDIA///
.............

Jl. Raya Jakarta - Bogor Km 26,6 Jakarta 13740
INDONESIA
+62 21 8710974
marketing@ngkbusi.com

JOIN OUR SOCIAL MEDIA CONVERSATION///

Copyright © 2021 PT. NGK Busi Indonesia. All rights reserved.