main Slider
main Slider
main Slider
main Slider
main Slider
main Slider
main Slider
main Slider
UPDATES///
main Slider

Ini Alasan Busi Motor Harus Diganti Sesuai Anjuran Meskipun Belum Mati

GridOto.com  - Ada alasan mengapa  busi motor  harus diganti sesuai anjuran meskipun belum mati atau masih bisa digunakan. Karena dianggap masih bisa berfungsi, banyak pemilik motor yang enggan mengganti busi di motornya meskipun sudah masuk waktu ganti. Meskipun anjuran  ganti busi  tiap pabrikan berbeda, rata-rata busi dianjurkan ganti tiap kelipatan 6.000 - 10.000 km tergantung tipe motor dan busi yang digunakan. Namun, pada kenyataannya busi sering dipakai hingga 20.000 km atau lebih karena tidak menunjukan masalah apapun di pengapian motor. Ridwan Arifin selaku Staff Education PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) pernah kasih penjelasan, menurutnya ada beberapa efek negatif kalau kalian nekat pakai busi yang jauh melebihi anjuran pakainya.. "Meskipun masih bisa digunakan, api busi itu pasti melemah setelah melampaui batas masa pakai maksimal," buka Ridwan.   Yamaha Tambah ilmu, mengenal jenis-jenis busi motor dari yang biasa sampai multi elektroda. Api busi yang sudah lemah bikin proses pembakaran di mesin jadi tidak maksimal. "Jadi meskipun motor masih bisa hidup dan digunakan, tapi performanya pasti turun serta konsumsi bensin jadi boros," tegasnya. Itu tadi alasan kenapa busi harus diganti meskipun motor masih tetap bisa hidup dan berjalan seperti biasa. Jadi jangan pernah sepelekan peran busi ini, setidaknya kalian tiap dua kali servis motor lakukan pengggantian busi juga agar performanya tetap maksimal. Tuh, jadi memang jangan ditunggu mati baru diganti, sebaiknya tetap ganti busi secara berkala sesuai anjuran pabrikan. Sumber:  https://www.gridoto.com/amp/read/222847082/ini-alasan-busi-motor-harus-diganti-sesuai-anjuran-meskipunbelum-mati?page=all

main Slider

Semua Pemilik Motor Harus Tahu, Begini Caranya Membaca Kode Busi NGK dan Denso

GridOto.com  - Setiap busi pasti punya spesifikasi masing-masing, makanya kamu harus tahu nih cara baca  kode busi   NGK  dan  Denso . Kenapa cuma NGK dan Denso? Karena memang dua merek ini yang paling umum ditemui di Indonesia. Jadi harus tahu nih cara baca kodenya, biar enggak repot saat hendak mengganti atau subtitusi busi kendaraan kesayangan. "Kalau sudah bisa membaca kodenya, kamu bisa nih mencari-cari alternatif seandainya busi bermasalah dan tidak ketemu toko menjual  busi standar  motor kamu," kata Eko Setiawan pemilik bengkel Kusuma Motor di Jelambar Selatan No. 47 Jakarta Barat. "Selain itu kalau busi standar motor kamu pakai kode R alias resistor, maka busi alternatifnya harus berkode R pula," ucapnya. Ambil contoh kalau motor sobat pakai busi NGK C7HSA, maka alternatifnya dari Denso adalah U20FS-U. Contoh lain busi yang sering ditemui adalah NGK CPR9EA-9, kalau alternatif dari Denso berarti kodenya U27EPR-9. "Setidaknya kamu hafalkan saja kode  busi motor  atau mobil, enggak perlu dihafalkan semua  jenis busi  NGK dan Denso," tutupnya. Biar enggak penasaran, begini cara baca kode busi NGK dan Denso, yuk disimak sampai lengkap! 1. Kode Busi NGK Ambil contoh busi kode CPR8EA-9 C: Diameter ulir. (A=18mm. B=14mm. C=10 mm. D=12mm. E=8mm) P: Projected insulator, artinya terdapat tonjolan insulator. R: Kode resistansi busi, biasanya 5 kiloohm. Busi dengan huruf R menandakan cocok untuk kendaraan dengan sistem pembakaran injeksi. Kalau masih karbu, bisa pakai busi tanpa huruf R. 8: Heating rate atau tingkat pelepasan panas busi. Pada merek NGK Busi panas angkanya 2–8 sedang busi dingin angkanya 9–12. E: Panjang ulir busi sekitar 19 mm. (E=19mm. H=12,7mm. L=11,2mm) A: Bentuk lengkungan ujung elektroda. Kode huruf paling belakang ini menunjukkan desain busi. 9: Gap atau celah antar elektroda, 9 berarti panjang gap sebesar 0.9 mm. 2. Kode Busi Denso Ambil contoh busi dengan kode U24FSU9 U: Diameter ulir busi 10 mm. 24: Heating rate atau tingkat pelepasan panas busi, semakin kecil angkanya termasuk busi panas. Busi panas 20, 19, dan seterusnya sedang busi dingin 24,26, dan seterusnya. F: Panjang ulir busi sekitar 12,7 mm. (A-E, G-H=19mm. F=12,7mm. L=11,2mm.) S: Tipe rancangan busi. U: Bentuk elektroda ground. 9: Gap atau celah antar elektroda , ini artinya celah busi 0,9 mm. Sumber:  https://www.gridoto.com/read/222866100/semua-pemilik-motor-harus-tahu-begini-caranya-membaca-kode-busi-ngk-dan-denso?page=all

main Slider

Ternyata Busi Ada Umurnya Loh, Perhatikan Tips Ini

OtomotifZone.Com  – Jakarta .  Kalian para pengendara tau tidak kalau busi kendaraan itu ada usianya loh. Nah kali ini Tim Redaksi yang berkordinasi dengan NGK Busi akan berbagi tips bagi kalian semua. Sering sekali para pemilik kendaraan mengacuhkan hal sepele ini. Karena mereka menganggap itu hanya hal sepele. Tapi kalian tau tidak busi menjadi bagian penting pada kendaraan anda. Mau kendaraan roda dua ataupun kendaraan roda empat. Karena busi berfungsi penyambung listrik untuk memicu api ke dalam bagian mesin kita. Lalu berapa umur busi dan kapan kita harus menggantinya?   “ Perawatan secara berkala itu adalah perawatan mesin yang di service mengikuti anjuran pabrikan. Sedangkan perawatan busi secara berkala adalah setiap melakukan service sering-sering lihat kondisi bentuk busi, kalo sudah aus atau ada gejala kerusakan maka segera diganti,” ujar Diko Oktaviano, Technical Support PT NGK Busi Indonesia. Lanjutnya,” Atau juga bisa mengikuti anjuran service tiap 2 kali ganti oli maka busi di ganti 1 kali. Ini seperti anjuran yang diberikan buku manual pabrikan kendaraan masing masing,” Ini berarti bila dua kali ganti oli bisa kita hitung kurang lebih sebanyak 5000 sampai 6000 kilometer jarak yang sudah kita tempuh Busi disarankan ganti. Karena Oli mesin sendiri kurang lebih 2500 Kilo sampai 3000 kilometer harus diganti. Ayo perhatikan hal yang kalian anggap sepele ini. Jangan sampai kendaraan anda mogok karena hal yang kalian anggap sepele. Semoga ini semua bermanfaat bagi kalian. Sumber:  https://otomotifzone.com/ternyata-busi-ada-umurnya-loh-perhatikan-tips-ini/

main Slider

Ternyata Busi Ada Umurnya Loh, Perhatikan Tips Ini

OtomotifZone.Com  – Jakarta .  Kalian para pengendara tau tidak kalau busi kendaraan itu ada usianya loh. Nah kali ini Tim Redaksi yang berkordinasi dengan NGK Busi akan berbagi tips bagi kalian semua. Sering sekali para pemilik kendaraan mengacuhkan hal sepele ini. Karena mereka menganggap itu hanya hal sepele. Tapi kalian tau tidak busi menjadi bagian penting pada kendaraan anda. Mau kendaraan roda dua ataupun kendaraan roda empat. Karena busi berfungsi penyambung listrik untuk memicu api ke dalam bagian mesin kita. Lalu berapa umur busi dan kapan kita harus menggantinya?   “ Perawatan secara berkala itu adalah perawatan mesin yang di service mengikuti anjuran pabrikan. Sedangkan perawatan busi secara berkala adalah setiap melakukan service sering-sering lihat kondisi bentuk busi, kalo sudah aus atau ada gejala kerusakan maka segera diganti,” ujar Diko Oktaviano, Technical Support PT NGK Busi Indonesia. Lanjutnya,” Atau juga bisa mengikuti anjuran service tiap 2 kali ganti oli maka busi di ganti 1 kali. Ini seperti anjuran yang diberikan buku manual pabrikan kendaraan masing masing,” Ini berarti bila dua kali ganti oli bisa kita hitung kurang lebih sebanyak 5000 sampai 6000 kilometer jarak yang sudah kita tempuh Busi disarankan ganti. Karena Oli mesin sendiri kurang lebih 2500 Kilo sampai 3000 kilometer harus diganti. Ayo perhatikan hal yang kalian anggap sepele ini. Jangan sampai kendaraan anda mogok karena hal yang kalian anggap sepele. Semoga ini semua bermanfaat bagi kalian. Sumber:  https://otomotifzone.com/ternyata-busi-ada-umurnya-loh-perhatikan-tips-ini/

main Slider

Tips Beli Mobil Bekas, Segini Biaya Ganti Busi Honda Brio RS

GridOto.com -  Tips beli mobil bekas , segini biaya ganti  busi   Honda Brio RS . Ada tips beli mobil bekas Honda Brio RS tentang busi yang dipakainya. Pasalnya, mobil bekas yang sudah berumur atau menempuh jarak jauh membutuhkan penggantian busi. Busi standar Honda Brio yakni  NGK  FR6F-11K dengan bahan  nikel  biasa. Busi ini secara teknis bisa dipakai sampai 20.000 km.   Radityo Herdianto/GridOto.com Ilustrasi busi  iridium "Busi Honda Brio itu ada 4, jadi saat lakukan penggantian wajib semuanya secara berbarengan," buka Andy, pemilik bengkel Honda Clinic Auto Tech Support (HCATS). "Kondisi busi yang baik akan mempengaruhi performa mobil itu sendiri," tambahnya. Busi orisinal Honda Brio RS dibanderol cukup murah Rp 17 ribu per buah. Jadi saat ganti semua busi Honda Brio RS hanya keluar duit Rp 68 ribu saja. "Namun, kalau dirasa performanya kurang, bisa kok  upgrade  dengan busi iridium, kodenya NGK IZFR6K-13," tambaha pria yang bengkelnya ada di Pondok Kopi, Jakarta Timur.   Radityo Herdianto / GridOto.com Ilustrasi busi mobil   Harga  busi NGK IZFR6K-13 Rp 165 ribu per buah atau butuh biaya Rp 660 ribu untuk 4 buah busi. "Kelebihan busi berbahan iridium ini menghasilkan proses pembakaran lebih baik, jadi tenaga mesin mobil jadi maksimal," bebernya. Selain itu, masa pakai busi iridium dalam keadaan normal bisa di atas 50.000 kilometer. Sumber:  https://www.gridoto.com/read/222840164/tips-beli-mobil-bekas-segini-biaya-ganti-busi-honda-brio-rs?page=all

main Slider

17 Fakta Penting Soal Busi Mobil, Nomor 8 Banyak yang Enggak Tahu

GridOto.com -  Busi  mobil berperan penting untuk terjadinya proses pembakaran pada mesin sehingga bisa menghasilkan tenaga. Menjelang HUT ke-76 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2021 GridOto.com bikin 17 fakta penting terkait busi mobil. Nah, berikut ini 17 fakta penting soal busi mobil dari GridOto.com. 1. Bahan  Elektroda Setidaknya ada 3 bahan elektroda busi yang digunakan pada mobil. Ada bahan nikel, platinum dan iridium. Ketiga bahan tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing     Ilustrasi busi iridium mobil   Baca Juga:  Busi Juga Bisa Terkena Corona, Begini Penjelasan dari Ahlinya 2. Umur Busi Umur busi bisa ditentukan dari bahan elektroda busi dan perawatan. Rata-rata busi mobil bahan nikel perlu penggantian setiap 20.000 kilometer. Bahan iridium bisa mencapai umur 10.000 kilometer 3.  Drat Busi Drat busi bisa mengalami slek atau rusak. Penyebab drat busi slek diakibatkan dari saat membuka busi saat masih panas Drat busi yang rusak tidak bisa diperbaiki, lebih baik ganti busi baru. 4. Ring Busi Ring pada busi bertugas sebagai gasket. Komponen ring busi menjadi perapat antara busi dengan blok kepala silinder Ring busi mobil tidak bisa dilepas dengan tangan kosong.   Radityo Herdianto / GridOto.com Ilustrasi busi mobil 5. Elektroda  Massa Elektroda massa bertugas sebagai tempat loncatan bunga api Bentuk elektroda massa ada kotak biasa dan trapesium Seiring pemakaian, elektroda massa juga bisa terkikis. 6.  Corona Stain Corona stain pada busi terjadi pada bagian insulator keramik busi yang tidak tertutup cop busi. Fenomena terjadinya corona stain akibat adanya kotoran yang terus menempel pada insulator keramik busi. Ada corona stain bukan menunjukkan busi tersebut rusak. 7.  Flashover Terjadi loncatan arus listrik dari  terminal  ke metal shell luar busi. Flashover bisa mepengaruhi kinerja busi mobil. Jika flashover sudah parah bisa menyebabkan keramik busi terihat ada retakan.   Radityo Herdianto heat range busi harus pas 8. Heat Range Banyak yang enggak tahu baca kode heatrange busi mobil. Heat range busi mobil ditentukan dari angka yang tertera di keramik insulator busi. Semakin kecil angka heat range maka busi terssebut semakin panas, begitu sebaliknya. 9. Bersihkan Busi Membersihkan busi bisa dengan bantuan cairan cleaner atau sikat kawat. Jangan pernah bersihkan busi dengan ampelas. Bagian elektroda busi yang sudah terlalu kotor enggak bisa hilang. 10. Busi Jatuh Busi jatuh tetap masih bisa digunakan selama jatuhnya tidak terlalu tinggi. Perhatikan gap busi antara elektroda tengah dan elektroda massa. Sebaiknya hindari busi dari terbentur keras akibat terjatuh.   istimewa teknologi Trapezoid busi NGK LKAR6AGP   11. Gap Busi Antara elektroda tengah dan elektroda massa terdapat gap atau celah. Rata-rata gap busi mobil ada dikisaran 1-1,1 mm Sedangkan gap busi motor ada di angka 0.8-0,9 mm 12. Busi Kena Air Busi yang terkena air tidak merusak komponen di dalam busi. Metal shell dengan keramik busi sudah didesain aman dari bocor. Keringkan busi sebelum digunakan kembali. 13. Pengaruh Bahan Bakar Kondisi busi juga bisa dipengaruhi bahan bakar. Penggunaan bahan bakar sesuai rekomendasikan dari pabrikan membuat pembakaran sempurna. Bahan bakar tidak sesuai bisa menimbulkan carbon fouling pada elektroda tengah.   Radityo Herdianto / GridOto.com Ilustrasi busi ada corona stain   14. Elektroda Busi Meleleh Kasus elektoda busi mobil meleleh bisa saja terjadi. Pemilihan heat range busi eggak tepat bisa bikin busi meleleh. Busi meleleh bisa mempengaruhi kinerja busi tersebut. 15. Keramik Busi Keramik busi terbuat dari bahan khusus. Keramik busi bertugas sebagai insulator arus listrik. Bagian keramik busi ini juga sebagai penempatan label merek dan kode busi     Ilustrasi mengencangkan busi mobil   16. Teminal Busi Terminal busi mobil berbeda dengan terminal busi mobil. Bentuk terminal busi mengikuti dari cop busi. Terminal ini menjadi pintu masuk aliran tegangan tinggi dari koil 17. Garis Kerut Bila diperhatikan ada berupa garis-garis di keramik busi. Garis di keramik busi ini bertugas memberikan jarak ruang antara terminal dengan keramik. Garis kerut di keramik busi biasanya ada 5 garis. Sumber:  https://www.gridoto.com/read/222824180/17-fakta-penting-soal-busi-mobil-nomor-8-banyak-yang-enggak-tahu?page=all

main Slider

Jangan Anggap Sepele, Ini Penyebab Busi Motor Cepat Mati

Jakarta  -  Busi merupakan komponen penting pada sepeda motor. Tanpa kehadiran busi, tentu motor tidak akan bisa hidup dan dikendarai. Namun, masih banyak pemilik kendaraan lupa merawat peranti yang satu ini. Busi juga butuh dirawat dan jika perlu diganti apabila busi sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Maka dari itu, kamu harus selalu memperhatikan kondisi busi dan jangan sampai rusak parah. Soalnya, banyak pemilik sepeda motor yang lalai dan tidak memperhatikan peranti busi. Alhasil, sering terjadi sepeda motor mati mendadak dan salah satunya disebabkan oleh busi yang bermasalah. Perlu diketahui, ada sejumlah faktor yang menyebabkan busi sepeda motor jadi cepat rusak. Dikutip dari laman Suzuki, berikut ini beberapa hal yang menimbulkan kerusakan pada busi. 1. Kebocoran Kompresi Mesin Kompresi mesin yang bocor bisa menyebabkan hilangnya tekanan di silinder ruang pembakaran atau combustion chamber. Salah satu ciri khas jika terjadi kebocoran pada kompresi mesin adalah busi yang cepat mati. Untuk itu, usahakan kamu mengecek kembali mesin pada sepeda motor kamu. Bisa jadi kerusakan pada mesin juga berimbas ke busi motor. 2. Setelan Bahan Bakar Tidak Pas Faktor kedua bisa jadi karena setelan bahan bakar yang salah, hal ini menyebabkan hisapan bensin terlalu banyak. Selain sepeda motor menjadi lebih boros, busi pun akan cepat mati karena terlalu banyak disiram dengan bensin. Untuk mengeceknya, kamu bisa melihat bagian elektroda pada busi. Apabila setelan bahan bakar terlalu boros, nantinya bagian atas busi akan terlihat basah oleh bensin. Cara mengatasinya, segera setting ulang setelan bahan bakar motor kamu. Biasanya masalah ini sering menimpa motor yang masih menggunakan sistem karburator. 3. Korsleting pada Jalur Pengapian Salah satu ciri adanya korsleting di jalur pengapian adalah saat motor digas, namun tidak meluncur secara maksimal, istilahnya adalah ngadat. Selain itu motor juga sering tiba-tiba mendadak mati ketika sedang berkendara. Selain menyebabkan busi cepat mati, korsleting di jalur pengapian juga bisa menyebabkan komponen lain pada motor cepat mati seperti halnya CDI, koil ataupun spul. Untuk memperbaikinya, kamu bisa mengecek jalur pengapian dan melihat adakah kabel yang terbakar karena korsleting, jika ditemukan kamu bisa membawa motor ke bengkel terdekat. 4. Pemasangan Busi Kurang Tepat Pemasangan busi yang tidak tepat juga menyebabkan busi motor menjadi cepat rusak. Seperti busi terlalu longgar, atau posisi busi yang tidak tepat karena jalur baut (jalur ulir) mulai rusak. Dengan begitu, kamu harus memastikan busi dipasang dengan posisi yang tepat. Karena jika tidak, busi akan cepat rusak dan berdampak pada performa motor yang cepat mati. Sumber:  https://oto.detik.com/tips-and-tricks-motor/d-5692408/jangan-anggap-sepele-ini-penyebab-busi-motor-cepat-mati

main Slider

Sering Pakai Aditif Bahan Bakar Bisa Bikin Busi Rusak Apa Benar

GridOto.com -  Di pasaran banyak sekali dijual  aditif   bahan bakar . Aditif bahan bakar diklaim pembuatnya bisa memperbaiki kualitas bahan bakar atau meningkatkan nilai oktan. Selain itu, menambahkan aditif bahan bakar juga diklaim oleh produsennya akan menjaga performa mesin. Apakah penggunaan aditif bahan bakar secara terus menerus akan membuat  busi  mobil menjadi cepat rusak?   Radityo Herdianto / GridOto.com Ilustrasi busi mobil "Penggunaan aditif bahan bakar terus menerus sebenarnya enggak ada dampak langsung ke busi mobil," buka Diko Oktaviano selaku Technical Support Product Knowledge PT NGK Busi Indonesia. "Namun, yang perlu dikhawatirkan adalah memakai aditif bahan bakar dalam jangka panjang bisa membuat  kerak karbon  menumpuk terlalu banyak," lanjut Diko. Kerak karbon yang menumpuk terlalu banyak ini bisa terjadi akibat aditif tidak bisa menyatu secara sempurna dengan bahan bakar. Banyaknya kerak karbon ini akan menyebabkan  carbon fouling  atau kerak karbon yang menumpuk di busi. "Kalau carbon fouling sudah menumpuk banyak, maka performa busi akan menurun," jelasnya lagi.   Ryan Fasha/GridOto.com Ilustrasi  ruang bakar   Kondisi ini akan membuat tenaga mesin menjadi loyo dan konsumsi bahan bakar cenderung boros. "Sebaiknya bila menggunakan aditif bahan bakar jangan berlebihan karena kualitas bahan bakar sekarang ini juga sudah bagus kok," tutup Diko. Sumber:  https://www.gridoto.com/read/222845418/sering-pakai-aditif-bahan-bakar-bisa-bikin-busi-rusak-apa-benar?page=all

main Slider

Sering Pakai Aditif Bahan Bakar Bisa Bikin Busi Rusak Apa Benar

GridOto.com -  Di pasaran banyak sekali dijual  aditif   bahan bakar . Aditif bahan bakar diklaim pembuatnya bisa memperbaiki kualitas bahan bakar atau meningkatkan nilai oktan. Selain itu, menambahkan aditif bahan bakar juga diklaim oleh produsennya akan menjaga performa mesin. Apakah penggunaan aditif bahan bakar secara terus menerus akan membuat  busi  mobil menjadi cepat rusak?   Radityo Herdianto / GridOto.com Ilustrasi busi mobil "Penggunaan aditif bahan bakar terus menerus sebenarnya enggak ada dampak langsung ke busi mobil," buka Diko Oktaviano selaku Technical Support Product Knowledge PT NGK Busi Indonesia. "Namun, yang perlu dikhawatirkan adalah memakai aditif bahan bakar dalam jangka panjang bisa membuat  kerak karbon  menumpuk terlalu banyak," lanjut Diko. Kerak karbon yang menumpuk terlalu banyak ini bisa terjadi akibat aditif tidak bisa menyatu secara sempurna dengan bahan bakar. Banyaknya kerak karbon ini akan menyebabkan  carbon fouling  atau kerak karbon yang menumpuk di busi. "Kalau carbon fouling sudah menumpuk banyak, maka performa busi akan menurun," jelasnya lagi.   Ryan Fasha/GridOto.com Ilustrasi  ruang bakar   Kondisi ini akan membuat tenaga mesin menjadi loyo dan konsumsi bahan bakar cenderung boros. "Sebaiknya bila menggunakan aditif bahan bakar jangan berlebihan karena kualitas bahan bakar sekarang ini juga sudah bagus kok," tutup Diko. Sumber:  https://www.gridoto.com/read/222845418/sering-pakai-aditif-bahan-bakar-bisa-bikin-busi-rusak-apa-benar?page=all

main Slider

Sering Pakai Aditif Bahan Bakar Bisa Bikin Busi Rusak Apa Benar

GridOto.com -  Di pasaran banyak sekali dijual  aditif   bahan bakar . Aditif bahan bakar diklaim pembuatnya bisa memperbaiki kualitas bahan bakar atau meningkatkan nilai oktan. Selain itu, menambahkan aditif bahan bakar juga diklaim oleh produsennya akan menjaga performa mesin. Apakah penggunaan aditif bahan bakar secara terus menerus akan membuat  busi  mobil menjadi cepat rusak?   Radityo Herdianto / GridOto.com Ilustrasi busi mobil "Penggunaan aditif bahan bakar terus menerus sebenarnya enggak ada dampak langsung ke busi mobil," buka Diko Oktaviano selaku Technical Support Product Knowledge PT NGK Busi Indonesia. "Namun, yang perlu dikhawatirkan adalah memakai aditif bahan bakar dalam jangka panjang bisa membuat  kerak karbon  menumpuk terlalu banyak," lanjut Diko. Kerak karbon yang menumpuk terlalu banyak ini bisa terjadi akibat aditif tidak bisa menyatu secara sempurna dengan bahan bakar. Banyaknya kerak karbon ini akan menyebabkan  carbon fouling  atau kerak karbon yang menumpuk di busi. "Kalau carbon fouling sudah menumpuk banyak, maka performa busi akan menurun," jelasnya lagi.   Ryan Fasha/GridOto.com Ilustrasi  ruang bakar   Kondisi ini akan membuat tenaga mesin menjadi loyo dan konsumsi bahan bakar cenderung boros. "Sebaiknya bila menggunakan aditif bahan bakar jangan berlebihan karena kualitas bahan bakar sekarang ini juga sudah bagus kok," tutup Diko. Sumber:  https://www.gridoto.com/read/222845418/sering-pakai-aditif-bahan-bakar-bisa-bikin-busi-rusak-apa-benar?page=all

SOCIAL MEDIA///
.............

Jl. Raya Jakarta - Bogor Km 26,6 Jakarta 13740
INDONESIA
+62 21 8710974
marketing@ngkbusi.com

JOIN OUR SOCIAL MEDIA CONVERSATION///

Copyright © 2021 PT. NGK Busi Indonesia. All rights reserved.