cocuk pornosu
cocuk pornosu
cocuk pornosu
cocuk pornosu
cocuk pornosu
cocuk pornosu
cocuk pornosu
cocuk pornosu
cocuk pornosu
cocuk pornosu
cocuk pornosu
cocuk pornosu
BUSI PRECIOUS METAL SEBAGAI STANDAR PABRIKAN

BUSI PRECIOUS METAL SEBAGAI STANDAR PABRIKAN

Category: News Published on 27 June 2015
Hits: 2892

Akhir-akhir ini produsen kendaraan bermotor mulai menjadikan busi Precious metal jenis platinum dan iridium sebagai part standar pabrikan pada beberapa model kendaraan baik mesin 2 Tak maupun 4 Tak. Tentunya ini menimbulkan pertanyaan mengapa harus menggunakan busi precious metal sedangkan biasanya menggunakan busi standar dari nikel. Beberapa konsumen kadang kaget harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal untuk penggantian busi, selain businya yang mahal, jasa pengantian juga mahal.

Untuk itu kita coba lihat alasan produsen kendaraan menggunakan busi precious metal sebagai busi standar pabrikan

  • Platinum dan Iridium adalah material yang lebih keras dengan titik leleh yang sangat tinggi dibandingkan dengan nikel alloy. Hal ini memungkinkan para perancang untuk membuat diameter elektroda pusat yang lebih kecil untuk peningkatan daya pengapian. Nikel alloy  memiliki material yang lebih lembut dan memiliki titik leleh lebih rendah dari platinum dan iridium, sehingga diameter elektroida pusatnya pun lebih besar. Diperlukan tegangan busi yang lebih besar namun tidak menghasilkan daya pengapian yang bagus.
  • Karbon fouling merupakan masalah pada busi yang dipasang di kendaraan mesin  dua-langkah dan empat-langkah. Diameter elektroda pusat yang lebih kecil menyebabkan tegangan yang diperlukan untuk pengapian busi lebih kecil. Keausan elektroda dari bahan platinum dan iridium lebih kecil sehingga memiliki daya tahan yang lebih lama.
  • Desain mesin desain yang rumit mengakibatkan penggantian busi menjadi sulit karena lokasinya yang rumit. Beberapa kendaraan harus melepaskan beberapa komponen seperti tanki bensin, intake manifold dan bagian lain untuk melepas businya saja. Dengan menggunakan precious metal yang bisa bertahan lama menjadikan jarak perawatan busi lebih lama dan mengurangi biaya yang tidak terlalu banyak untuk perawatan busi.