News


  • ...
    Busi Itu Masuk Kategori Service Berkala, Ini Kata NGK
    4 weeks ago
    Modcom, Jakarta  - Salah satu hal terpenting dalam merawat kendaraan adalah dengan melakukan servis secara rutin atau servis berkala. Dengan servis berkala, kinerja kendaraan akan tetap prima. Dengan demikian, para pemilik kendaraan selalu merasa aman dan nyaman saat bepergian. Service berkala juga mempunyai tujuan untuk menjaga komponen-komponen yang terdapat pada kendaraan supaya tetap layak untuk digunakan. Contohnya saja untuk sebuah mobil, service berkala terdiri dari perawatan 1.000 km, 10.000 km, 20.000 km, hingga 100.000 Km. Namun, setiap Agen Pemegang Merek (APM) pastinya memiliki rekomendasi service berkala tersendiri. Dalam melakukan service berkala, pemilik harus lebih memperhatikan saat mobil sudah menempuh jarak 20.000km, karena ada beberapa komponen yang wajib diganti selain oli mesin dan filter oli, komponen tersebut adalah busi. Bicara mengenai pergantian busi standar, Diko Oktaviano, Technical Support NGK Busi Indonesia mengatakan, pergantian busi itu bisa dilakukan setelah dua kali ganti oli mesin. "Semua tertulis di buku manual setiap kendaraan, silakan cek. Rata-rata pergantian busi mobil setelah menempuh 20.000km dan masuk kategori service berkala. Namun, setiap APM pastinya memiliki standarisasi service berkala atau pergantian busi yang berbeda-beda," jelasnya kepada rekan-rekan media saat kegiatan Coaching Clinic di Pabrik NGK, Jakarta Timur beberapa waktu lalu. Menurut Diko, alasan lain mengapa perlu mengganti busi setelah menempuh 20.000km adalah karena di jarak tersebut titik pertama busi itu mengalami erosi. "Diangka tersebutlah busi mulai mengalami erosi di bagian elektrodanya atau mengalami pengurangan dimensi atau pelebaran jarak," tambahnya. Meski demikian, NGK juga memiliki pilihan untuk pergantian busi yaitu berdasarkan kilometer pemakaian atau berdasarkan tingkat kerusakan elektroda. "Konsumen bisa melakukan pergantian busi diantara kedua pilihan tersebut. Mana yang tercapai lebih dahulu," terang Pria ramah tersebut. Namun, jika pemilik mobil merasa kurang puas dengan busi standar, NGK menyediakan beberapa jenis busi sesuai kebutuhan. Seperti NGK G-Power yang memiliki bahan platinum pada elektroda pusat dan trapesium pada elektroda ground. Fiturnya dan keunggulannya kendaraan jadi mudah saat start, pengapian lebih baik dari tipe standar dan efisiensi bahan bakar. Untuk Iridium IX memiliki bahan iridium pada elektroda pusat dan taper cut pada elektroda ground. Fiturnya dan keunggulannya sama seperti G-Power namun dengan tambahan teknologi Thermo Edge Design. Dimana teknologi tersebut dapat membersihkan endapan karbon ketika terjadi percikan. Sementara tipe Laser atau tipe yang paling tinggi dengan kandungan Elektroda Ground Platinum dengan logam mulia ganda bisa bertahan hingga 100 ribu Km. Memiliki semua fitur dan keunggulan dari tipe G-Power dan Iridium IX. Semoga bermanfaat.   Sumber :  http://www.modifikasi.com/showthread.php/657980-Busi-Itu-Masuk-Kategori-Service-Berkala-Ini-Kata-Ngk
  • ...
    Wajib Tahu! Ini Jenis Busi NGK Sesuai Peruntukannya
    4 weeks ago
    Modcom, Jakarta  - Siapa yang tidak mengenal merek busi NGK? Busi NGK telah dipercaya oleh masyarakat Indonesia sejak hadir pertama kali pada tahun 1978 hingga saat ini. Bahkan tahun lalu tercatat, busi NGK terjual 50 juta pcs, sehingga perkiraan market sharenya mencapai 65 persen. Dari banyaknya produk NGK yang telah terjual, tahukah Modcomers, ada berapa jenis busi NGK yang dijual di Indonesia? Menurut Diko Oktaviano, Technical Support NGK Busi Indonesia, busi NGK yang dijual di Indonesia itu ada beberapa jenis. Secara umum, jenis busi NGK dimulai dari busi standar berbahan nikel, G-Power, Iridium, Laser Iridium dan Laser Platinum. Namun secara kategori market ada 7 (Nickel standar, Platinum GPower, Iridium IX, Laser platinum, Laser Iridium, Iri series terbagi menjadi 3 yaitu Iriway, Iritop, Irimac dan Racing competition). "Kalau fitur dan karateristik ada banyak. Tipenya juga banyak seperti standar plug, V Groove, DFE, 2 ground electrode dan masih banyak lagi," jelas Diko usai kegiatan Coaching Clinic di Pabrik NGK, Jakarta Timur beberapa waktu lalu.  Karena banyak tipe dan jenis busi NGK yang dijual di Indonesia, ada baiknya kita harus jenis busi sesuai peruntukannya. Dalam hal ini kita bahas busi motor. 1. Nickel standar Ini adalah jenis busi standar yang dipakai hampir semua motor di Indonesia. Busi ini juga digunakan sebagai standar OEM setiap pabrikan motor. Busi ini diperuntukan pemakaian motor sehari-hari. 2. Platinum G-Power Jika ingin naik kelas dari busi standar, busi jenis G Power bisa menjadi solusi. Memiliki bahan platinum pada elektroda pusat dan trapesium pada elektroda ground. Fiturnya dan keunggulannya kendaraan jadi mudah saat start, pengapian lebih baik dari tipe standar dan efisiensi bahan bakar. Bisa digunakan semua jenis motor sesuai dengan tipenya. 3. Iridium IX Memiliki bahan iridium pada elektroda pusat dan taper cut pada elektroda ground. Fiturnya dan keunggulannya sama seperti G-Power namun dengan tambahan teknologi Thermo Edge Design. Dimana teknologi tersebut dapat membersihkan endapan karbon ketika terjadi percikan. Busi ini juga bisa digunakan semua jenis motor sesuai dengan tipenya. 4. Laser platinum Ini produk kelas atasnya NGK. Biasanya dijadikan standar penggunaan motor sport diatas 250cc atau digunakan untuk motor-motor berkubisakasi besar. Fitur dan keunggulannya sama seperti Iridium IX dengan ditambah daya tahan umur busi lebih panjang. Motor standar dibawah 250cc belum bisa menggunakan busi jenis ini. Selanjutnya masih ada Laser Iridium, Iri series yang terbagi menjadi 3 yaitu Iriway, Iritop, Irimac, terakhir Racing competition. "Produk-produk tersebut sudah dijual di Indonesia. Namun untuk Iritop, Irimac dan Racing Competition akan kita perkenalkan tahun depan," ungkap Diko.   Sumber :  http://www.modifikasi.com/showthread.php/658138-Wajib-Tahu-Ini-Jenis-Busi-Ngk-Sesuai-Peruntukannya
  • ...
    Busi NGK Dapat Membersihkan Dirinya Sendiri, Asal
    4 weeks ago
    Modcom, Jakarta  - Sistem pengapian memiliki peranan penting dalam proses pembakaran dalam ruang bakar. Sistem pengapian yang semakin baik maka pembakaran dalam ruang bakar akan semakin sempurna, sehingga kemungkinan adanya campuran bahan bakar dan udara yang tidak terbakar akan semakin kecil. Dalam sistem pengapian, busi memegang peranan penting. Busi berfungsi untuk memercikkan bunga api untuk membakar campuran udara/bahan bakar. Selain itu, desain busi juga berpengaruh agar percikan bunga api yang dihasilkan semakin sempurna. Namun, tidak hanya dari segi desain saja, teknologi yang ada dalam sebuah busi juga memiliki peran penting. Seperti teknologi Self Cleaning atau dapat membersihkan dirinya sendiri yang terdapat pada busi NGK. Lantas, bagaimana busi bisa melakukan self cleaning dan tetap terjaga kemampuannya. Diko Oktaviano, Technical Support NGK Busi Indonesia menjelaskan, pada prinsipnya, busi itu memiliki sifat self-cleaning atau dapat membersihkan dirinya sendiri. "Namun kembali lagi, teknologi tersebut bisa bekerja maksimal asal ruang bakar dalam keadaan baik dan pada saat mesin bekerja pada suhu temperatur yang optimal," kata Diko saat kegiatan Coaching Clinic di Pabrik NGK, Jakarta Timur (24/11). "Selain itu, busi dapat membersihkan dirinya sendiri dari tumpukan karbon saat mesin telah mencapai suhu 500 °C hingga 800 °C dan mendapat beban alias motor atau mobil melaju di kecepatan 60 – 100 km/jam selama 10-15 menit. Dengan begitu suhu mesin dan busi tinggi, dan kerak karbon rontok dengan sendirinya (self cleaning)," terang Diko. Sementara untuk busi NGK Iridium IX yang menggunakan teknologi Thermo Edge Design juga mampu melakukan self cleaning bahkan lebih baik dari pada busi standar. Teknologi tersebut telah dipantenkan oleh NGK yang berfungsi untuk membersihkan karbon ketika terjadi percikan. "Saat busi digunakan pasti ada penumpukan kerak di ujung busi. Nah, dengan teknologi Thermo Edge Design inilah saat ada aliran listrik masuk dari koil, kerak yang menumpuk tersebut akan terurai. Otomatis busi akan kembali bersih saat aktif digunakan," tambah Diko. Sementara ada 3 elemen penting dalam menentukan pembakaran yang sempurna dan efisien diantaranya, pencampuran bahan bakar dengan udara yang ideal (Good air fuel mixture), Timing kerja busi dalam menghasilkankualitas "percikan listrik" (Good Spark) dan ruang bakar sehat (Good Compressio).   Sumber :  http://www.modifikasi.com/showthread.php/657712-Busi-NGK-Dapat-Membersihkan-Dirinya-Sendiri-Asal?p=2061870984#post2061870984
  • ...
    Ini Penjelasan Anti Carbon Fouling Di Busi NGK, Tonton Videonya
    4 weeks ago
    Otoinfo.id  – Salah satu musuh besar dari busi adalah penumpukan kerak karbon pada bagian elektroda. Cirinya bagian tersebut menghitam dan diikuti penurunan performa busi. Percikan busi terganggu, power mesin pun bisa drop. Nah, di busi NGK, memiliki teknologi anti carbon fouling yang bisa mengurangi penumpukan kerak dibagian elektroda. “Busi iridium seperti NGK memiliki lapisan anti-fouling, sehingga kerak pada busi tidak mudah menempel,” sebut Diko Octaviano, Technical Support PT NGK Busi Indonesia. Selain dari lapisan tersebut, untuk benar-benar menuntaskan carbon pada pagian elektroda, busi NGK juga memiliki teknologi thermo edge design yang sudah dipatenkan. Jadi pada bagian ujung elektroda, busi NGK memiliki celah khusus yang dapat menghancurkan carbon saat terjadi percikan bunga api. Dua efek teknologi tersebut sangat ampuh dalam menghancurkan carbon pada elektroda. Sehingga kemampuan busi NGK dalam memercikan api akan terus optimal.  MT4   Sumber :  https://www.otoinfo.id/ini-penjelasan-anti-carbon-fouling-di-busi-ngk-tonton-videonya/
  • ...
    Pilih Busi yang Benar, Pastikan Panjang Ulirnya Tepat
    4 weeks ago
    Jakarta:  Memilih busi yang benar, bukan hanya perkara material busi dan angka dingin atau panasnya komponen tersebut untuk kendaraan yang kita gunakan. Namun pastikan juga panjang ulirnya sesuai dengan panjang ulir di lubang busi.   Masalahnya ketika Anda salah dalam memilih panjang ulir busi, maka ini akan membuka peluang penumpukan kerak karbon sisa pembakaran di celah-celah yang terbentuk. Hal ini digambarkan oleh PT NGK Busi Indonesia melalui buku pedoman penggunaan komponen pemantik api di ruang mesin itu.   "Pada dasarnya penting untuk memperhatikan segala hal yang detail untuk memilih busi yang tepat bagi kendaraan. Tidak mendasarkan pilihan busi terhadap spesifikasi tertinggi atau busi bermaterial terbaik. Namun pilihlah busi yang memang sesuai dengan permintaan mesin kendaraan Anda," klaim Technical Support PT NGK Busi Indonesia, Diko Octoviano. Dalam buku pedoman pemilihan busi untuk ulir yang tepat, dikatakan cukup vital. Mesin tidak akan beroperasi dengan baik jika panjang ulir busi tidak sesuai dengan yang terdapat di lubang busi. Jika salah menggunakan busi yang panjang ulirnya tak tepat, maka maka piston atau katup (valve) bisa mengenai komponen itu. Akhirnya mesin bisa rusak.  Namun dampak yang paling terasa jika posisinya aman dari tersenggolnya kepala piston dan katup, adalah penumpukan kerak karbon di sisa ulir. Baik sisa ulir yang terdapat di busi yang ulirnya terlalu panjang, atau sisa ulir di blok mesin akibat ulir busi terlalu pendek. "Mengetahui secara persis busi yang tepat untuk kendaraan sebenarnya bukan perkara untuk membuat komponen pengapian di ruang bakar itu jadi lebih awet. Lantaran seawet-awetnya busi, pada akhirnya akan diganti juga. Bahkan saat memilih busi tipe laser (yang memiliki logam mulia ganda) pun, tetap harus diganti. Terpenting adalah spesifikasi yang digunakan tidak melenceng."   Gambaran ini tentu menjadi alasan kuat mengapa Anda harus menggunakan ukuran busi yang tepat. Selain ukuran angka panas, juga memperhatikan panjang ulir busi dan tipe proyeksi elektroda yang sesuai spesifikasi mesin.   Sumber :  https://www.medcom.id/otomotif/tips-otomotif/ybDzDDAK-pilih-busi-yang-benar-pastikan-panjang-ulirnya-tepat
  • ...
    Jangan Asal, Pasang Busi Baru dan Bekas Beda Perlakuan
    4 weeks ago
    Jakarta:  Memasang busi ke lubangnya di mesin kendaraan, ternyata tak boleh sembarangan. Meski terlihat sepele, namun pemasangan ini punya tata cara tersendiri agar tak mengalami masalah di kemudian hari.   Dituturkan Technical Support PT NGK Busi Indonesia, Diko Octoviano, bahwa pasang busi punya cara sendiri. Ini dilakukan untuk mencegah komponen tersebut terlalu kencang dan akhirnya retak atau patah di bagian insulator atau di ulir businya sendiri.   "Pemasangan yang harus dipahami cukup mudah. Yaitu dengan cara memutar dahulu menggunakan tangan, kemudian setelah busi tak bisa diputar lagi, kencangkan dengan perkakas kunci pengencang busi. Untuk busi baru, putarannya sekitar 180 derajat hingga 240 derajat. Sementara untuk busi yang sudah digunakan sebelumnya dan ingin dipakai lagi, cukup dengan 30 derajat saja atau seperduabelas putaran," ujar Diko.    Indikatornya pun cukup mudah dibaca antara busi baru dan busi bekar. Yaitu ring busi yang masih baru masih membulat, sementara untuk busi yang sudah pernah digunakan ring-nya sudah pipih.   "Itu juga yang membuat busi baru harus dikencangkan dengan jumlah putaran yang lebih besar ketimbang busi bekas. Agar ringnya menjadi pipih dan menjaga busi bekerja optimal."   Lalu bagaimana efeknya jika asal memasang busi tanpa mengetahui jumlah tekanan putarannya? Menurut Diko, risikonya bisa jadi merusak mesin itu sendiri. Mengingat mesin yang panas akan membuat material metal yang bergesekan lebih keras akan berubah.   Efek buruk lainnya adalah busi bisa patah saat akan dicabut. Kalau ini sampai terjadi maka itu akan jadi indikasi buruk untuk segera melakukan bubut ulang di bagian lubang busi. kalau sudah begini, tentu akan sangat merugikan. Jadi jangan asal mengencangkan baut tanpa memahami seberapa kencang tekanan putaran yang diberikan.   Sumber :  https://www.medcom.id/otomotif/tips-otomotif/GNl2qrPk-jangan-asal-pasang-busi-baru-dan-bekas-beda-perlakuan
  • ...
    Busi Rusak, Waspadai Efek Buruknya ke Sistem Pengapian Lain
    4 weeks ago
    Jakarta:  Membiarkan komponen pemantik api atau busi di mesin kendaraan Anda tak optimal bahkan cenderung rusak, ternyata bisa mengakibatkan kerusakan di sistem pengapian lainnya. Hal ini terjadi lantaran busi tak bekerja secara tunggal. Komponen tersebut punya rangkaian atau sistem agar bisa bekerja bersama komponen lainnya.   Diungapkan oleh Technical Supporting PT NGK Busi Indonesia, Diko Octoviano, bahwa penggunaan busi yang sudah mulai melemah atau tak optimal lagi percikan apinya, bisa mempengaruhi komponen lain yang masuk dalam sistem pengapian di sebuah mesin.   "Membiarkan kerusakan pada busi akan membuat kerusakan dan efek berantai terhadap sistem pengapian. Selanjutkan bakal membuat kerusakan permanen terhadap busi dan membuat komponen sebelum busi melemah dan tak optimal," klaim Diko. JIka itu terjadi, Ia melanjutkan, harusnya budget yang tadinya untuk membeli busi, harus ditambah dengan untuk keperluan membeli komponen pengapian lain yang seharusnya bisa dicegah. Hal ini menurutnya yang justru jadi salah kaprah mereka yang ingin mengirit pengeluaran jadi berbelanja lebih banyak komponen.  "Mengapa kerusakan busi bisa mempengaruhi kinerja komponen kelistrikan lain yang berada di rangkaian sistem pengapian? Tidak lain karena tegangan listrik di dalam satu rangkaian itu kan selaras mengikuti permintaan yang timing pengapian di ruang bakar. Kalau ada salah satu komponen yang tidak optimal akan membuat tegangan di komponen sebelumnya akan over dan setelahnya jadi kurang. Kalau sudah begini, panas berlebih bisa terjadi dan akhirnya menimbulkan kerusakan." Tentu tidak akan sulit mendeteksi jika kondisi busi sudah mulai rusak. Pakem yang pertama adalah berdasarkan jarak tempuh motor mulai dari pertama kali memasang busi tersebut (untuk tipe busi bermaterial nikel). Kemudian cara kedua adalah mendeteksinya dengan melihat elektroda pusat dan elektroda ground yang mulai aus dan teroksidasi.   Tak heran jika mayoritas bengkel menyarankan untuk melakukan penggantian busi, jika gejala busi mulai berkurang kinerjanya. Untuk busi motor reguler yang menggunakan material nikel, penurunan performa biasanya terjadi ketika busi digunakan untuk jarak tempuh 6.000 km. Sementara untuk mobil penurunan performa biasanya terjadi saat busi digunakan sejauh 20.000 km.   Sementara jika menggunakan cara deteksi kerusakan yang kedua yaitu melihat elektroda, maka permukaan elektroda pusat atau ground, bentuknya mulai terkikis, tak bidang lagi. Sumber :  https://www.medcom.id/otomotif/mobil/GbmLa34N-busi-rusak-waspadai-efek-buruknya-ke-sistem-pengapian-lain

JOIN OUR SOCIAL MEDIA CONVERSATION///

Copyright © 2019 PT. NGK Busi Indonesia. All rights reserved.