×

Select Your Type

×
Map Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer

Contact Us


Jika anda ingin informasi lebih lanjut harap isi formulir.

Seluruh isian dalam formulir mohon diisi dengan benar dan akurat.

Alamat yang dimasukkan harus alamat rumah/kantor yang ditempati dan nomor telepon/ponsel yang bisa dihubungi.

Busi Racing NGK R9 dan R10 Diburu Hingga ke Jepang


Posted on July 31, 2017 at 07:07 AM

Tags: Event Racing Tech News



Dunia balap atau racing di Indonesia terus maju. Hal ini terbukti dengan banyaknya even balap resmi dalam satu tahun di sirkuit Sentul yang mencapai puluhan. Sebut saja Sentul Drag Race, Balap Motor IRS, Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM), Yamaha Sunday Race dan masih banyak lagi.

Semua balapan ini berseri selama setahun, belum lagi even balap dengan status Kejuaraan daerah (Kejurda) termasuk balapan liar yang terus bergulir. Sehingga setiap tahun ada ratusan even balap di Indonesia. Sebuah potensi pasar yang besar.

“Saat ini, bahkan ada yang sengaja import dari Thailand atau Malaysia, sampai dari Jepang. Itu pun tak pakai jaringan NGK resmi”

Hal ini sangat menguntungkan untuk bisnis produk dan appareal yang berhubungan balapan. Peluang ini yang dibaca oleh NGK. Rencananya pada kuartal ke-4, produsen busi asal Jepang ini akan menjual secara resmi busi racing NGK R9 dan NGK R10 ke pasar.

Agus Tan, GM Sales & Marketing PT NGK Indonesia mengungkapkan selama ini banyak orang yang menanyakan lewat media sosial maupun langsung, kapan busi R9 dan R10 hadir di Indonesia. Untuk itu sudah waktunya NGK menjawab permintaan tersebut.

Pemasangan busi NGK R9 di Motor Balap Bean Racing Team

“Kita baru akan jual di kuartal ke-4. Saat ini, bahkan ada yang sengaja import dari Thailand atau Malaysia, sampai dari Jepang. Itu pun tak pakai jaringan NGK resmi. Itu impotir bebas dan kita harus berikan itu. Kaya Malaysia itu saja impornya dari Jepang. Jadi yang jual direct itu gak ada,” kata Tan pada jurnalis.

Kebutuhan dunia balap Indonesia terhadap busi dengan tingkat responsifitas yang tinggi untuk mendukung performa tunggangan balap menjadi keharusan di sirkuit, sehingga mereka berani menerobos batas untuk mendapatkan busi yang tepat untuk motor mereka.

Hal ini terkonfoirmasi ketika Autos.id berkesempatan datang ke bengkel Racetech di Jl. Daan Mogot Km. 11, No. 6, Jakarta Baraty, yang selama ini mensuport tim balap Bien Racing untuk urusan mendongkrak performa motor. Bagi Bien Racing, busi racing NGK R9 dan R10 sudah paten untuk mendongkrak performa motor. Ferry, mekanik balap Bien Racing membagikan pengalamannya menyetel motor pebalapnya.

“Kita sekarang pake NGK R9 dan R10. Businya buat motor lebih spontan karena pengaruh ke langsung ke pembakaran. Busi ini memang pas untuk motor oprekan misalnya yang tune up untuk balap. Karena motor-motor ini selalu ada di rpm tinggi, jadi cepat panas bisa overhead. Jadi ya redamnya pakai busi yang tahan panas. Ini kita pakai yang tipe R9,” katanya setelah menunjukan sebuah motor Honda New CBR150 yang baru selesai dioprek.

Bean Racing Team saat balapan di Sentul

Soal rencana NGK untuk menjual secara bebas NGK di pasar nanti, sangat dinantikan berbagai tim balap karena biasanya mereka harus memesan dari luar melalui jaringan timnya. “Sekarang kita sudah di support NGK, dulunya ya kita bawa dari luar,” singkatnya.

Ia melanjutkan soal support busi ke motor balap sangat penting karena busi NGK menjaga suhu mesin. Ia bahkan membocorkan bahwa busi NGK R10 lebih kuat meredam panas ekstrim sehingga dalam keadaaan itu, tim akan menggunakan busi R10 yang lebih tahan terhadap suhu panas ekstrim.

Ia menambahkan busi racing NGK R9 dan R10 mampu memberikan performa apik bagi semua motor yang menggunakan mesin modifikasi atau mesin bore up mulai dari motor berkapasitas 150cc ke atas. Ia menyarankan agar motor dengan mesin standar tidak menggunakan busi NGK R9 atau R10 karena bisa saja menimbulkan trouble pada mesin.

“Sebaiknya R9 dan R10 tidak dipakai di motor standar karena judulnya racing. Kadang busi racing pake di motor standar malah kurang bagus untuk mesin,” ujarnya.

 

Sumber: www.autos.id


I like the post? Like this!