×

Select Your Type

×
Map Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer

Contact Us


Jika anda ingin informasi lebih lanjut harap isi formulir.

Seluruh isian dalam formulir mohon diisi dengan benar dan akurat.

Alamat yang dimasukkan harus alamat rumah/kantor yang ditempati dan nomor telepon/ponsel yang bisa dihubungi.

Fungsi Resistor pada Busi


Posted on September 04, 2017 at 17:03 AM

Tags: NGK Tips Tech



Perkembangan kendaraan saat ini menunjukkan ke arah serba elektronik, sehingga pengemudi sangat dimanjakan dengan sistem komputerisasi yang mampu memberikan beragam fitur-fitur bergengsi yang masing-masing memiliki kelebihannya. Kendaraan yang sudah dilengkapi dengan on-board unit harus memiliki daya kelistrikan yang stabil agar tidak terjadi lonjakan gelombang elektromagnetik yang dapat menyebabkan kerusakan pada on board unit tersebut.

PT NGK Busi Indonesia sudah lama membuat busi dengan teknologi anti lonjakan gelombang elektromagnet yaitu dengan hadirnya busi resistor dengan ciri “R” pada bagian insulatornya. “Banyak yang beranggapan bahwa kode “R” pada busi NGK adalah kode untuk busi racing, padahal hal ini tidak tepat. NGK sangat merekomendasikan penggunaan busi resistor untuk penggunaan kendaraan yang sudah terpasang on-board unit atau system ECU pada mesinnya.” ujar Diko Oktaviano, Technical Support PT NGK Busi Indonesia. Resistor sebesar 5K ohm ditanam pada tubuh busi yang dapat  mengurangi daya hantar gelombang elektromagnet yang akan mempengaruhi kerja kendaraan secara utuh.

Penggunaan busi non-resistor pada kendaraan yang sudah dilengkapi on-board unit akan menyebabkan kerusakan engine yang dapat mempengaruhi kinerja mesin menjadi tidak langsam (erratic idle), tenaga berkurang (power drop off) dan lambat pada RPM tinggi (high-rpm misfire).

Busi resistor dapat juga digunakan oleh kendaraan yang belum dilengkapi dengan on-board unit, namun sebaliknya terjadi jika kendaraan yang sudah dilengkapi dengan on-board unit menggunakan busi non-resistor maka permasalahan yang diatas dapat terjadi.

 


I like the post? Like this!