×

Select Your Type

×
Map Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer Pointer

Contact Us


Jika anda ingin informasi lebih lanjut harap isi formulir.

Seluruh isian dalam formulir mohon diisi dengan benar dan akurat.

Alamat yang dimasukkan harus alamat rumah/kantor yang ditempati dan nomor telepon/ponsel yang bisa dihubungi.

Mengenal Istilah Gapping & Indexing di dunia Balap


Posted on September 04, 2017 at 32:03 AM

Tags: NGK Tips Racing



Gapping atau celah adalah istilah khusus dalam dunia busi. Seiring perkembangan teknologi, celah busi  menjadi perhatian khusus dikarenakan pentingnya kebutuhan listrik yang dihantarkan untuk mengionisasikan campuran udara dengan bahan bakar. “Banyak yang berasumsi bahwa pada saat ingin memasang busi baru harus dilakukan penyetelan celah busi. Padahal hal ini tidaklah benar, dikarenakan busi yang sudah dikeluarkan oleh pabrik adalah busi yang memiliki standard gap tersendiri.” ujar Diko Oktaviano, Technical Support PT NGK Busi Indonesia. Penyetelan celah busi dilakukan apabila mesin sudah dimodifikasi dengan melakukan perubahan perbandingan kompresi agar menjadi lebih tinggi. Daya hantar listrik yang dibutuhkan harus sesuai dengan ukuran gap yang dibutuhkan. Semakin besar gap, semakin banyak listrik yang dibutuhkan untuk mengalirkannya.

  

 

Sedangkan indexing adalah suatu cara mekanik untuk memperkuat pengapian dengan cara menambahkan washer dengan berbagai variasi ketebalan yang ditempatkan pada bahu busi atau dudukan busi yang dikencangkan, celah tersebut diarahkan sesuai dengan yang diinginkan. Bagaimanapun juga, indexing ini tidak akan berhasil jika tidak diukur dengan menggunakan dyno test. Sementara sebagian besar mesin yang sudah dimodifikasi akan mengarahkan celah busi kepada bagian katup yang terbuka, kombinasi ini dapat menghasilkan tenaga yang besar jika diarahkan langsung kepada katup exhaust.

Pada beberapa kasus, mesin yang sudah dirubah indexnya akan mengalami perubahan horsepower walaupun sedikit, biasanya kurang dari 1% total keseluruhan output. Diko Oktaviano, Technical Support PT NGK Busi Indonesia mengatakan, “Untuk mesin dengan tenaga 500 HP dapat meningkatkan hingga mencapai 5 HP. Semua itu tidak akan terwujud jika tidak dilakukan di dyno test sebab perlu diadakan percobaan yang berkelanjutan.”.


I like the post? Like this!