TIPS///

"Busi yang menggunakan gasket umum ditemui pada mobil-mobil Jepang, sedangkan untuk busi yang tidak menggunakan gasket ada pada mobil Eropa," tambah Diko.

Sebagai contoh, busi dengan gasket dengan diameter ulir 18 mm membutuhkan torsi pengencangan 35-45 Nm.

Sementara itu busi yang tanpa gasket hanya membutuhkan pengencangan 20-30 Nm.

2. Diameter Ulir Busi

Hal kedua yang mempengaruhi kekencangan busi adalah diameter ulir busi.

Secara umum, semakin besar diameter ulir busi maka tingkat pengencangannya pun akan semakin tinggi.

Bila busi memiliki diameter ulir 14 mm, maka tingkat kekencangannya adalah 20-30 Nm untuk busi yang memiliki gasket.

"Karena bila dipaksakan terlalu kencang maka kemungkinan busi mudah rusak bisa saja terjadi," sebutnya lagi.

Pun bila terlalu kendur yang akan merusak busi itu sendiri dan membuat kebocoran halus pada kompresi mesin.

 

tingkat kekencangan busi
 tingkat kekencangan busi

3. Tipe Kepala Silinder

Yang juga mempengaruhi kekencangan busi di mesin adalah tipe kepala silinder.

Tipe kepala silinder disini adalah bahan yang digunakan.

Pada mobil-mobil sekarang, umumnya kepala silinder sudah menggunakan tipe aluminium.

Sedangkan kepala silinder dengan bahan besi tidak akan pernah kita temui lagi.

"Walaupun ada perbedaan tapi sebenarnya enggak signifikan kok, tapi ini mempengaruhi tingkat kekencangan busi," tutup Diko.

Sumber : https://www.gridoto.com/read/222135752/ternyata-3-hal-ini-mempengaruhi-kekencangan-busi-di-mesin-mobil?page=2

 

Jl. Raya Jakarta - Bogor Km 26,6 Jakarta 13740
INDONESIA
+62 21 8710974
marketing@ngkbusi.com

JOIN OUR SOCIAL MEDIA CONVERSATION///

Copyright © 2020 PT. NGK Busi Indonesia. All rights reserved.