Tips


  • ...
    Busi Mulai tak Optimal, Apa Efek Buruk Buat Mesin
    4 weeks ago
    Jakarta:  Banyak orang yang menyepelekan penggantian busi, khususnya karena biasanya pengguna kendaraan tidak mampu merasakan penurunan performa akibat kondisi busi yang mulai memburuk. Akibatnya, banyak hal buruk bisa terjadi. Terutama terhadap performa mesin secara menyeluruh.   Menurut Technical Support PT NGK Busi Indonesia, Diko Octoviano saat berbicara kepada Medcom.id, bahwa banyak hal buruk yang bisa terjadi terhadap mesin ketika seseorang mengabaikan komponen mesin yang satu ini. Terutama yang bersentuhan langsung dengan sistem pengapian.   "Sebenarnya paling gampang mendeteksi hal buruk yang terjadi ketika busi mulai turun performanya, adalah ketika motor diajak menanjak. Biasanya dengan RPM dan kecepatan tertentu masih bisa naik, kalau busi mulai tak bagus, maka performanya akan cepat drop saat digunakan untuk menukik atau menanjak. Ini gampang sekali terdeteksi," ujar Diko.  Mesin Tidak Stabil Gejala yang dimaksud oleh Diko adalah stabilitas pengapian di ruang bakar sudah hilang. Sehingga kinerja mesin jadi pincang atau tidak stabil. Kondisi ini membuat tenaga yang biasanya stabil digunakan untuk menanjak, kehilangan momentum. Sehingga daya puntir mesin akan lebih berat.   Akselerasi Menurun Tidak berbeda dengan alasan pertama, lantaran daya puntir menurun, maka momentum untuk menggerakkan roda agar lebih kuat menanjak pun hilang. Hal inilah yang kemudian bisa dirasakan kurang menggigit ketika menanjak.   Boros Bahan Bakar Lantaran pengapian yang tidak stabil, membuat pembakaran tak lagi konstan. Sementara bahan bakar dan campuran udara yang disemprotkan ke ruang bakal tetap berjalan. Kondisi ini membuat bahan bakar tidak terbakar sempurna di ruang bakar. Sehingga membuat jumlah penggunaan bbm semakin banyak. Kalau sudah begini, penggunaan BBM akan lebih boros.   Sulit Menghidupkan Mesin Ciri paling mudah mengenali turunnya performa busi, adalah dengan sulitnya menyalakan mesin. Kondisi ini juga menjadi ciri paling gampang untuk mengenali kondisi busi yang mulai jelek. Sehingga dibutuhkan kerja keras sistem pengapian lainnya untuk membuat mesin menyala.   Kesemua efek ini jika dibiarkan, bakal membuat sistem pengapian mesin jadi buruk, seperti kinerja aki, kiprok dan lain sebagainya. Diko menyarankan agar secepatnya melakukan penggantian busi, agar membuat sistem pengapian mesin terjaga. Sumber :  https://www.medcom.id/otomotif/mobil/dN6n06vN-busi-mulai-tak-optimal-apa-efek-buruk-buat-mesin
  • ...
    Salah Kaprah Pakai Busi Racing di Motor Standar
    4 weeks ago
    Jakarta:  Tidak selamanya penggunaan komponen performa tinggi itu benar-benar mampu membuat motor atau mobil yang kita gunakan sehari-hari bisa lebih kencang atau performanya lebih baik. Salah satu hal sederhana yang dianggap benar adalah penggunaan busi tipe racing.   Busi ini biasanya memang punya material yang lebih baik ketimbang busi reguler. Spesifikasi untuk mengantar percikan api di ruang bakar pun lebih kuat. Hal itu dipercaya menjadi obat kuat instan yang bisa membuat performa mesin jadi lebih baik.   Namun anggapan tersebut dibantah langsung oleh Technical Support PT NGK Busi Indonesia, Diko Octaviano saat berbicara kepada medcom.id. Menurutnya, hal ini justru menjadi sebuah kesalahan. Mengingat busi racing itu butuh spesifikasi mesin dan suhu ruang bakar yang lebih tinggi. "Busi racing itu dirancang dengan material yang lebih tahan panas dan justru bekerja optimal di saat suhu ruang bakar mesin sudah mencapai titik tertentu. Katakanlah suhu di atas 3.000 derajat. Kalau suhu mesin di bawah itu, maka busi ini takkan bekerja secara maksimal," ujar Diko.  Pria ramah itu melanjutkan bahwa Ia sudah pernah membuktikan hal itu. Busi dengan kotak warna merah (identitas busi racing), digunakan terhadap mesin motor standar. Alhasil Ia tidak bisa merasakan performa terbaiknya sejak awal perjalanan hingga sampai di kantornya.   "Namun yang aneh adalah ketika mesin motor sudah benar-benar panas, biasanya ini terjadi ketika saya sudah dekat ke kantor. Performa motor malah lebih agresif. Ini menjadi salah satu tanda bahwa busi racing itu bekerja pada suhu ruang bakar tertentu. Kalau mesin tipe standar, untuk mencapai suhu ruang bakar yang sangat tinggi ini, harus digunakan ke mana-mana dulu. Berbeda dengan setup mesin yang khusus digunakan untuk balapan yang titik panas ruang bakarnya akan cepat tercapai." Lalu bagaimana kalau di balik? Busi reguler digunakan di tipe mesin khusus untuk performa tinggi? Diko menegaskan bahwa itu juga tindakan salah. Bukan hanya performa yang turun, tapi jelas ini membahayakan kondisi ruang bakar. Mengingat busi reguler tidak didesain untuk bekerja di atas suhu tertentu. Kalau pun dipaksa, maka keramik pelapis elektroda bisa pecah atau bahkan businya meleleh di ruang bakar.   Diko pun menyarankan agar sebaiknya menggunakan komponen pemantik api di ruang bakar mesin itu, sesuai dengan peruntukannya. Ini juga berfungsi menjaga agar komponen lain yang berhubungan dengan busi itu sendiri jadi lebih awet.   Sumber :  https://www.medcom.id/otomotif/motor/xkE43gZb-salah-kaprah-pakai-busi-racing-di-motor-standar
  • ...
    Ganti Koil atau Kabel Pengapian, Memperpendek Usia Busi
    4 weeks ago
    Jakarta:  Banyak orang yang melakukan penggantian koil khusus untuk racing dengan alasan untuk membuat percikan api lebih fokus dan lebih besar. Asumsinya adalah mempercepat atau membuat pembakaran di ruang mesin lebih optimal, meski di motor standar atau bukan khusus untuk balap.   Namun ternyata ini adalah sebuah salah kaprah yang besar. Mengingat hal itu justru akan memperpendek usia busi. Sama halnya ketika mengganti kabel pengapian yang biasa disebut dengan kabel setan atau accent wire. Kabel ini terhubung dengan koil lalu terhubung dengan ekor busi.   "Mengganti komponen yang berhubungan langsung dengan sistem pengapian di motor seperti koil dan kabel, sebenarnya itu jadi kesalahan yang terus-menerus dikunyah masyarakat kita. Koil misalnya, kita pakai versi racing dengan asumsi api lebih besar, jangkauannya panjang dan bikin daya bakar di ruang mesin lebih cepat. Tapi sadar atau tidak, ini akan membuat temperatur mesin bisa lebih tinggi dari ideal temperatur yang bisa diemban busi reguler," jelas Technical Supporting PT NGK Busi Indonesia, Diko Octoviano saat berbicara dengan medcom.id beberapa waktu lalu. Diko melanjutkan bahwa temperatur di atas kapasitas yang ideal untuk busi reguler, justru akan membuat semua komponen busi bekerja lebih keras. Bekerja di suhu yang lebih tinggi dan akhirnya usia komponen yang ada di busi seperti elektroda dan ground-nya lebih cepat terkikis. Kalau sudah begini, Anda pastinya harus mengganti busi lebih sering ketimbang menggunakan koil atau kabel biasa.  Kalau koil fungsinya untuk membuat percikan api lebih besar, kabel setan atau accent wire pun punya fungsi yang kurang lebih sama. Menurut Diko, ini justru akan membuat sistem pengapian dan kelistrikan secara menyeluruh, bisa pincang. "Kalau kabel itu kan punya fungsi untuk menambah tegangan yang masuk ke busi. Sehingga api yang dihasilkan pun jadi lebih besar. Mungkin bisa dirasakan performanya, tapi secara periodik untuk usia pakai busi akan lebih pendek."   Diko menyarankan jika ingin melakukan penggantian komponen yang berhubungan dengan pengapian dan kelistrikan, sebaiknya menggunakan yang sesuai dengan yang dibutuhkan mesin dan sistem pembakarannya. Karena jika tidak (lebih kecil atau lebih besar), maka itu akan membuat sistemnya jadi pincang.   Sumber :  https://www.medcom.id/otomotif/tips-otomotif/9K5ErqnK-ganti-koil-atau-kabel-pengapian-memperpendek-usia-busi
  • ...
    Busi Dicuci Pakai Bensin, Ini Efeknya
    4 weeks ago
    GARDUOTO – Ada pertanyaan dari salah satu pembaca Garduoto.com yang masuk menanyakan mengenai busi. Pertanyaannya adalah bagaimana kalau busi dicuci atau dibersihkan menggunakan bensin? Hal ini coba dikonfirmasi ke Diko Oktaviano, Technical Support PT NGK Busi Indonesia beberapa waktu lalu. Dirinya mengatakan bahwa ini kami belum pernah mengecek secara teknis detailnya gimana. “Tapi info teman-teman bengkel setelah dicuci pakai bensin, busi langsung mengalami kendala. Paling parah busi jadi mati tidak berfungsi lagi,” tegas Diko. Kerusakan ini tidak hanya berlaku bagi busi NGK saja. Tetapi berlaku juga kepada busi-busi merek lainnya. “Apakah itu terkontaminasi dengan kimia bensin atau bagaimana kami belum bisa memastikan. Memang ini harus melalui proses laboratorium,” tambah Diko.   Sumber :  https://www.garduoto.com/9498/busi-dicuci-pakai-bensin-ini-efeknya/
  • ...
    Serupa Tapi Tak Sama (part 1)
    1 year ago
    Setiap model kendaraan dapat mempunyai kapasitas dan kode mesin serta tahun pembuatan yang berbeda-beda, oleh karena itu setiap model mesin mempunyai kebutuhan akan busi yang berbeda-beda juga. Perbedaan dari berbagai macam busi dapat dilihat secara fisik yaitu dari bentuk dan ukuran disertai diameter ulir dan jangkauan, tipe projection, dan jenis materialnya. Sedangkan untuk fitur ada kendaraan yang perlu memakai tipe resistor dan ada juga yang tidak. Spesifikasi tersebut bertujuan agar setiap engine beroperasi dengan maksimal. Penggunaan busi dengan panjang ulir yang salah akan berakibat fatal pada kinerja mesin. Ulir yang terlalu panjang akan menyebabkan piston menabrak busi dan valve akan rusak sehingga mesin akan gagal beroperasi. Begitupun sebaliknya busi yang terlalu pendek akan menghasilkan kinerja pengapian busi yang tidak maksimal. Selain itu busi juga memiliki tipe projection yang mampu menghasilkan sistem pengapian yang lebih baik, dengan ciri hidung insulator yang lebih panjang dari busi biasanya, memiliki resiko adanya kejutan panas yang diterima yang dapat menyebabkan ground elektroda berpotensi kepanasan (overheating). Oleh sebab itu tipe projection harus disesuaikan dengan karakter mesin yang digunakan. Untuk beberapa kendaraan yang membutuhkan pengapian yang lebih baik, busi dengan logam mulia (platinum dan iridium) sangat cocok digunakan dibandingkan dengan tipe standar yang berbahan nikel. Dengan kata lain, apabila busi bawaan pabriknya sudah menggunakan tipe logam mulia, NGK tidak menganjurkan untuk kembali ke tipe standar yang jelas berbeda dalam pengapiannya. Pengapian yang tidak tepat akan mengakibatkan urutan langkah pembakaran menjadi tidak sempurna, hasilnya bahan bakar yang tidak terbakar dengan sempurna akan keluar melalui sistem pembuangan dan akan mengakibatkan efek negatif secara berkala pada sistem sensor yang akan menaikkan tingkat emisi gas buang menjadi tinggi.       Setiap busi memiliki nilai resistor yang berbeda-beda tergantung pada spesifikasi kendaraan dan jenis engine yang digunakan. Contoh businya adalah busi tanpa resistor, busi dengan resistor dan busi dengan induktif resistor. Kendaraan yang sudah menggunakan sistem elektronik sangat dianjurkan untuk menggunakan busi dengan tipe resistor agar tidak mengalami kerusakan ataupun gangguan sistem elektronik yang berkerja pada kendaraan tersebut. NGK busi memiliki banyak sekali variasi pilihan produk busi, tiap busi memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda-beda sesuai dengan spesifikasi dan karakter mesin pula. Beberapa busi terlihat mirip bahkan sama namun pada dasarnya tidak bisa saling menggantikan dengan kendaraan lain apabila tidak sesuai dengan karakter mesinnya. Banyak hal yang diperhitungkan dalam menentukan tipe busi pada saat mesin tersebut dibuat, tidak semua tipe busi adalah sama namun perlu diperhatikan dalam pemilihan yang sesuai dengan spesifikasi mesin yang akan digunakan. Serupa tapi tak sama.   Oleh: Technical support PT NGK Busi Indonesia
  • ...
    Kenal Lebih Dekat Dengan NGK MR9C-9N si Busi Honda Vario dan BeAT
    1 year ago
    GilaMotor.com  – Gilmoters sudah tahu belum kalau Honda Vario dan BeAT eSP menggunakan busi berlabel NGK MR9C-9N? Mungkin kebanyakan dari Gilmoters hanya sekedar mengetahui bentuk busi tersebut. Namun hanya sedikit yang paham mengenai kelebihan dari busi tersebut. Nah untuk itu Bang Gilmot mau mengajak Gilmoters untuk mengenal lebih dekat dengan busi MR9C-9N buatan PT NGK Busi Indonesia ini. Yuk disimak. Busi NGK MR9C-9N merupakan teknologi busi terbaru dari NGK yang dibuat khusus untuk menyesuaikan teknologi yang ada dalam sepeda motor Honda yang ramah lingkungan. Sehingga MR9C-9N dilahirkan dengan beragam pengembangan dari tipe sebelumnya Gilmoters. Pengembangan yang dilakukan oleh NGK tersebut terkonsentrasi untuk meningkatkan efek erosi sebesar 40 persen pada elektroda. Dan diharapkan mampu bertahan pada efek oksidasi yang diakibatkan dari proses pembakaran. Adapun beberapa peningkatan yang dilakukan NGK antara lain material bahan penyusun dan penampang elektrodanya Gilmoters. Dari segi material, MR9C-9N menggunakan bahan nikel terbaru yang sidikit mengalami perubahan, yakni dengan memperkecil diameter. Dengan demikian diharapkan harapan proses transfer kelistrikan antar elektroda bisa lebih fokus dan proses pengapian lebih sempurna. Selanjutnya adalah penampang elektroda, MR9C-9N memiliki elektroda ground yang bersudut dengan bentuk semi silindris. Sementara untuk tipe sebelumnya memiliki bentuk kotak. Perubahan ini berdampak pada proses tekanan yang terjadi saat busi melahirkan percikan api di antara kedua elektordanya. Sehingga api yang dihasilkan lebih efektif dalam proses penyebarannya dibandingkan dengan tipe sebelumnya. Selain pada Honda Vario dan BeAT, busi NGK dengan tipe MR9C-9N ini juga sudah disematkan langsung dari pabrik pada sebagian motor Honda seperti CBR 150 maupun Scoopy loh Gilmoters. (Okz) Sumber:  www.gilamotor.com  
  • ...
    Efek Modifikasi Busi Dengan Memotong Elektroda Ground
    1 year ago
    Bagi kalangan modifikator membuat sesuatu yang baru adalah hal yang biasa dilakukan, terlebih lagi apabila sesuatu yang baru tersebut memberikan hasil yang dapat mempengaruhi kinerja mesin, baik performance ataupun durabilty. Namun apakah mungkin bila yang dimodifikasi itu adalah busi? Apa efek yang terjadi apabila kita memodifikasinya dengan memotong elektroda ground?  Proses perkembangan teknologi busi sangat dipengaruhi oleh efek quenching dimana bentuk elektroda dan fitur sangat mempengaruhi kinerja busi dalam menjalankan proses pengapian. Pada dasarnya bentuk elektroda busi sangat beragam sesuai dengan kebutuhannya. Bagaimana jadinya apabila busi standar dibentuk menyerupai busi tipe lain dengan cara melakukan pemotongan pada bagian ground elektrodanya? 1. Tujuan modifikator dalam memangkas bagian elektroda Sesuai dengan prinsip utama teknologi busi yaitu meredam efek quenching dimana inti api diharapkan tidak cepat padam pada saat proses pengapian. Karena bentuk dari elektroda dapat menghalangi pertumbuhan inti api pada saat busi bekerja, maka modifikator memotong elektroda ground untuk mempercepat proses penyebaran api. 2. Posisi pemangkasan elektroda Untuk pemangkasan, banyak posisi yang dilakukan oleh modifikator. Namun untuk saat ini fokus pada bagian elektroda ground yang dipangkas dan dibuat sejajar dengan elektroda pusat. Diharapkan pada saat terjadi percikan, munculnya api bisa lebih bebas karena tidak terhalang oleh elektroda.   Dari penjelasan di atas tujuan utama yang diharapkan dari pemotongan tersebut adalah terciptanya api yang dapat bersentuhan langsung dengan bahan bakar dan udara yang terkompresi tanpa ada hambatan, dengan kata lain dapat menekan efek quenching yang terjadi pada elektroda busi. Apakah benar bahwa dengan memotong bagian ground elektroda tersebut dapat mempengaruhi kinerja busi? 1. Akselerasi kendaraan akan terasa meningkat Pada contoh elektroda yang dipotong, posisi awal terbentuknya api mengalami pergeseran menuju sisi kiri sehingga api menjadi lebih cepat membesar. Hal ini akan berpengaruh pada api yang membesar tersebut dikarenakan efek quenching yang terjadi lebih sedikit diterima oleh masing-masing elektroda. Sehingga spontanitas akselerasi kendaraan akan terasa mengalami peningkatan akibat perubahan tersebut.          normal                          modifikasi   2. Akibatnya tingkat keausan menjadi tidak merata Dikarenakan terdapat pergeseran titik pengapian, maka percikan listrik yang diterima juga akan mengalami pergeseran. Hal ini mengakibatkan elektroda yang menerima percikan listrik tidak fokus dan menyebabkan keausan pada kedua elektroda menjadi tidak merata, sehingga potensi untuk terjadinya penumpukan karbon menjadi lebih cepat yang akan menyebabkan potensi umur pakai busi menjadi tidak bisa diprediksi kerusakannya. Selain itu busi standar adalah berbahan nickel yang artinya akan lebih cepat terjadi keausan dibandingkan dengan bahan logam mulia.   KESIMPULAN: Pada penjelasan tersebut dapat kita simpulkan bahwa setiap modifikasi yang dilakukan pada busi standar akan menimbulkan sisi positif dan negatif yang akan timbul. Dalam kasus ini busi akan lebih cepat mengalami keausan dikarenakan bahan standar adalah jenis nickel. Apabila ingin mendapatkan efek dari pengapian yang lebih baik disarankan pengguna dapat mengganti busi standarnya dengan busi berbahan logam mulia yaitu G-Power atau Iridium IX. Nantikan artikel selanjutnya mengenai modifikasi busi lainnya     

JOIN OUR SOCIAL MEDIA CONVERSATION///

Copyright © 2019 PT. NGK Busi Indonesia. All rights reserved.